MEDANHEADLINES.COM, Medan – Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu kembali mengomentari soal kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN).
Menurutnya, Harus ada evaluasi menyeluruh di tubuh BNN, Baik dari sisi pemberantasan dan pencegahan
“Selama ini kan pemetaan dari BNN itu tidak komprehensif dan pola koordinasi Sinergi antar lembaga penegak hukum lainnya maupun di luar penegak hukum dalam upaya melakukan rehabilitasi juga minim,” ungkapnya.
Meskipun berbagai upaya sudah dilakukan BNN baik dari sisi pemberantasan dan pencegahan dan Sejumlah pengungkapan dalam jumlah yang cukup besar juga sudah dilakukan, Menurut Masinton hal itu belumlah cukup.
Apalagi sekarang ini BNN adalah lembaga setingkat kementerian. Sehingga BNN harusnya bisa lebih optimal.
“Sekarang Negara perang melawan narkoba tapi BNN tidak menampakan semangat perang terhadap narkoba,” tukasnya.
Masinton mengatakan jika upaya BNN untuk memberantas narkoba masih biasa saja. Padahal sudah menjadi lembaga setingkat kementerian.
“Di daerah-daerah sudah banyak terbentuk BNN provinsi dan kabupaten kota. Kemudian personil juga bertambah tapi memang support fasilitas anggaran juga masih minim dari negara. Maka BNN harus menampakkan kerja optimal dan relevansi kelembagaan,” ungkapnya.
“ Agar negara atau pemerintah bisa memberikan support penuh dan kami DPR komisi tiga akan memberikan support penuh dalam melakukan kerja-kerja pemberantasan,” imbuhnya.
Dia juga mengatakan jika angka prevalensi pengguna narkoba meningkat. Itu yang harusnya menjadi concern BNN.
“BNN sebagai Leading Sector harus menampakkan gregetnya,” pungkasnya.
Sebelumnya Masinton sempat mengatakan supaya BNN dibubarkan, Dan hal itupun mendapat tanggapan dari Irjen Arman Depari, Deputi Pemberantasan BNN
Iamembalas dengan komentar pedas. Arman mengatakan tidak hanya dibubarkan, tapi anggota di dalamnya juga dibakar. (red)












