Polisi Terus Pantau Daerah Rumah Terduga Teroris K di Sicanang Belawan

 

MEDANHEADLINES.COM,Medan – Tim gabungan Densus 88 bersama Polda Sumatera Utara (Sumut), masih terus melakukan penyelidikan untuk menangkap orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11) pekan lalu. Lokasi yang sudah digeledahpun tetap dijaga dan diawasi oleh tim gabungan yang tersebar di beberapa titik.

Salah satunya kediaman terduga teroris berinisial K yang tewas setelah ditembak tim gabungan saat penyergapan di daerah Kota Datar, Dusun I Kikik, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, pada Sabtu (16/11) kemarin.

Kondisi tersebut disampaikan Jihadun Akbar, Kepala Lingkungan (Kepling) XX, Kampung Sentosa Barat, Belawan Sicanang, ketika dihubungi wartawan, Rabu (20/11). Katanya, sampai hari ini pihak kepolisian masih terus memantau situasi di seputaran Sicanang.

“Bahkan beberapa dari mereka berkeliling melakukan monitor,” sebut Jihadun dari seberang telepon.

Namun, Jihadun menegaskan, sejauh ini pihak kepolisian belum ada mengamankan pelaku lain dari daerahnya. Dia menyebut, sementara ini baru satu orang warganya yang ditangkap terkait kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Warga itu berinisial K dan dia tewas ditembak saat penyergapan.

“Sampai saat ini masih yang kemarin saja. Jenazah K sudah dimakamkan kemarin,” kata Jihadun sambil menjelaskan barang bukti baru juga belum ada didapati oleh polisi dari rumah K.

Saat ditanya soal terduga teroris berinisial A (24), Jihadun mengaku belum mendengar kabar apa-apa tentang A tersebut.

” Soal A juga saya belum ada dengar apakah sudah ditangkap atau belum. Yang jelas lokasi di sini masih dijaga polisi,” pungkas Jihadun.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja juga menyampaikan bahwa Densus 88 dan jajaran Polda Sumut, masih terus menyelidiki kasus kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pekan lalu. Kata Tatan, hasil terbaru jumlah tersangka bertambah menjadi 30 orang yang sebelumnya hanya 26 orang.

“Sampai hari ini total ada 30 orang. Empat diantaranya baru ditangkap hari ini di wilayah Kota Medan,” kata Tatan kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Baru pada Selasa (19/11) siang.

Menurut Tatan tidak menutup kemungkinan dari 30 orang itu jumlahnya akan bertambah. Hal itu dikarenakan tim gabungan masih bekerja melakukan pengembangan untuk meringkus pelaku-pelaku lain yang tergabung dalam jaringan tersebut. (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *