Hingga Oktober, Dinkes Catat Ada 913 Kasus DBD Di Kota Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Hingga bulan Oktober 2019, Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan Mencapai 913 kasus, Enam orang diantaranya meninggal dunia.

“Namun begitu, jika dibandingkan kasus tahun 2018, pada tahun ini ada kecenderungan terjadi penurunan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar

Mutia menjelaskan bahwa sepanjang 2018, jumlah kasus DBD di Kota Medan mencapai hingga 1.490 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 13 diantaranya meninggal dunia.

“Hal ini karena Kota Medan kan banyak penduduknya. Sehingga jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan warga Medan, angka ini sebetulnya masih tergolong rendah,” jelasnya.

Mutia mengungkapkan bahwa untuk kasus DBD ini, jumlah terbanyak ditemukan pada Januari 2019, dengan 229 kasus. Kemudian menurun pada Februari menjadi 135 kasus, Maret 92 kasus, April 60 kasus, Mei 37 kasus, Juni 44 kasus.

“Selanjutnya angkanya naik kembali pada Juli menjadi 89 kasus, Agustus 87 kasus, September 65 kasus, dan Oktober 75 kasus,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk jumlah terbanyak kasus DBD ini, lanjut dia, ada ditangani oleh Puskesmas PB Selayang dengan 77 kasus, kemudian Puskesmas Helvetia 70 kasus, Puskesmas Medan Johor 66 kasus, Puskesmas Belawan 62 kasus, dan Puskesmas Medan Deli 52 kasus.

Sedangkan kasus DBD terendah, sambung dia, ditangani oleh Puskesmas Rantang dan Darussalam satu kasus, Puskesmas Pulo Brayan dan Teladan empat kasus, Puskesmas Kota Matsum dan Bromo lima kasus.

“Untuk Puskesmas Sicanang dan Rengas Pulau nihil. Namun untuk yang meninggal dunia, masing-masing satu orang di wilayah Puskesmas Helvetia, Medan Deli, Titi Papan, Sukaramai, Medan Labuhan, dan Desa Lalang,” terang Mutia.

Mutia juga mengimbau kepada masyarakat agar selalu peduli dengan lingkungan seperti membersihkan tempat penampungan air hujan, mengingat bulan ini memasuki musim penghujan.

“Selain itu, kita kebersihan 3M yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk serta menghindari gantungan-gantungan baju di rumah,” imbaunya. (red)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *