30 UMKM Mitra Binaan PK Pertamina Diuruskan Izinnya

Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR 1, M Roby Hervindo bertemu mitra binaannya, Jumat (8/11). Dok: Pertamina MOR 1

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pada 2018, jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 58,97 juta. Diperkirakan hanya 40 persen yang mengantongi izin usaha. Pengusaha UMKM dituding kerap abai mengurus izin usaha. Entah karena tidak merasa penting, atau karena ribet mengurusnya. Padahal izin usaha punya manfaat besar bagi mereka.

Solusi permasalahan ini, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) 1 menggelar program pengurusan izin usaha untuk mitra binaannya. Menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdangangan (Disperindag) Kabupaten Deliserdang dan Rumah Zakat, kegiatan ini digelar di gedung Pengembangan Produk Unggulan Daerah (P3UD), Tanjungmorawa.

“Semua biaya ditanggung Pertamina. Tujuannya agar UMKM bisa naik kelas, mengembangkan usahanya lebih baik lagi,” kata Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR 1, M Roby Hervindo, Jumat (8/11).

Sebanyak 30 pelaku UMKM menjadi peserta, mereka adalah mitra binaan Program Kemitraan (PK) Pertamina dari Kabupaten Deliserdang, Tapanuli Tengah, Langkat, dan Kota Medan. PK merupakan bantuan pinjaman modal usaha dengan besaran maksimal Rp200 juta. Waktu pengembalian sampai 36 bulan dengan bunga administrasi hanya tiga persen.

Biaya administrasi ini tidak menjadi pendapatan bagi Pertamina. Digunakan untuk pembimbingan dan pengembangan usaha mitra binaan. Kata Roby, Pertamina terus membuka kesempatan bagi UMKM yang ingin bergabung menjadi mitra binaan. Pendaftarannya bisa dilakukan dengan mengisi formulir.

Kepala Disperindag Deliserdang Ramlan Refis mendukung kegiatan ini. Dia berharap para UKM segera mengurus izin usahanya. Pasalnya, kalau punya izin maka akan mudah mengembangkan usaha dan menjalankan bisnis dengan tenang.

Pimpinan Rumah Zakat Medan Yunus Azis menjelaskan,ada beragam jenis izin usaha yang dibantu dan bimbing pihaknya. Seperti Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), juga label halal dari MUI. Dengan mengantongi izin usaha, pelaku UMKM akan lebih mudah mendapat akses pendampingan dan mudah mendapat program pemberdayaan.

Menurut Yunus, izin PIRT dan label halal berdampak langsung pada peningkatan penjualan. Peneliti dari Universitas Brawijaya menemukan bahwa label halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. (Rha)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *