Dalam 20 Tahun Terakhir, 44 KK Di Hutananbolon Tak Kunjung Nikmati Listrik

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Saat ini kemerdekaan Indonesia telah memasuki usia 74 tahun. Dengan usia yang telah seabad itu, seharusnya rakyat Indonesia sudah selayaknya mendapat pelayanan yang baik dari pemerintah.

Di Lingkungan V, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ada sebanyak 44 KK belum menikmati listrik dari pihak PLN.

Mirisnya, kondisi itu sudah dialami warga selama hampir 20 tahun lamanya.

Diketahui, secara administratif wilayah itu termasuk daerah kelurahan yang harus lebih baik dari pedesaan. Seharusnya, warga di Lingkungan V sudah menikmati airan listrik.

“Kalau malam pake center lah. Beberapa warga yang lain ada yang pake lilin,” kata salah satu warga, Hatasule Laoli.

Dikatakan Laoli, untuk mendapat perhatian dari pemerintah, berbagai upaya juga telah dilakukan. Salah satunya dengan mengajukan permohonan agar listrik bisa dialiri ke daerah mereka.

“Pernah diajukan melalui Musrembang di Kecamatan, tapi sampai sekarang belum direspon,” ungkapnya.
Kondisi gelap gulita di daerah itu memang menjadi persoalan bagi warga. Terkhusus anak sekolah. Mereka mengaku sulit saat melakukan aktifitas belajar.

“Kalau malam, anak-anak sangat susah untuk belajar, apalagi mengerjakan tugas dari sekolah. Kalau cuman pake tenaga lilin, apalah daya nya itu,” katanya.

Lurah Hutanabolon, Hefri Sitompul membenarkan kondisi yang dialami oleh warganya itu. Ia pun mengaku telah melakukan permohonan ke pihak PLN Sibolga.

“Sudah empat kali kita mengajukan permohonan. Bahkan warga juga pernah kita arahkan ke pihak PLN, namun belum ada ditanggapi,” ungkapnya.

Sementara itu, bagian pemasaran X Pelayanan dan Pelanggan PLN Kota Sibolga, Junita Simatupang membenarkan kondisi itu. Dia juga mengaku telah menerima keluhan dari warga.

Dikatakannya, saat ini permasalahan mereka hadapi yakni sulitnya akses jalan ke Lingkungan V Hutanabolon. Disana, akses jalan hanya bisa dilalui sepeda motor.

Bukan itu saja, kata Junita masyarakat di Lingkungan V juga terkendala pada biaya penyambungan listrik.

“Pernah dilakukan survei Tahun 2014, tapi karena kondisi jalan yang tidak memenuhi syarat, pemasangan LISD (Listrik Perdesaan) pun tidak bisa dilakukan,” kata Junita Simatupang.

Lebih lanjut kata Junita, ada beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya aliran listrik masuk ke daerah itu. Dia pun berharap, warga di sana mau menjalin kerjasama yang baik dengan pihak PLN Sibolga.

“Jika akses jalan mendukung, masyarakat bisa mengajukan permohonan ulang. Warga juga harus siap melakukan perjanjian jika tanaman mereka atau pepohonan yang dilintasi oleh arus listrik dengan radius tiga meter bersedia untuk di tumbang, dengan pernyataan diatas materai,” katanya.

Junita mengungkapkan, saat ada beberapa desa yang ada di Tapteng telah masuk pada databes di PLN Sibolga untuk ditindaklanjuti. Salah satunya yakni Lingkungan V Hutanabolon.

Namun, kata Junita sebagai bagian dari pemasaran di PLN Sibolga, ia mengaku akan menyurati ke pihak PLN Wilayah Sumut untuk menjawab keluhan warga.

“Kita nggak bisa memutuskan, kalau memang ini bisa dianggarkan dari pemasaran, kita akan tidaklanjuti, namun jika ini masuk dalam pos LISD, kita harus surati ke wilayah Sumut, dalam hal ini pihak UPTK,” katanya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *