Kembangkan Caldera Toba Resort, Luhut Panjaitan: Kalau Ada Provokasi Masyarakat Sigapiton, Saya Tumbuk Dia!

MEDANHEADLINES.COM, Tobasa – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim), Luhut Binsar Panjaitan meradang akan tudingan-tudingan miring masyarakat yang tertuju padanya.

Menurutnya, konflik horizontal yang terjadi antar masyarakat, khususnya masyarakat Sigapiton yang merasa dikorbankan terkait proyek Caldera Toba Resort adalah salah besar.

“Saya nyatakan kecintaan saya di sini. Saya lahir di sini. Itu informasi yang sangat negatif. Jadi masyarakat Sigapiton jangan Anda diprovokasi orang-orang gak jelas. Kalau ada masalah datang ke saya, cerita ke saya kapan dan di mana kalian mau. Tapi harus benar diposisikan,” ungkapnya saat Ground Breaking Toba Caldera Resort di Desa Pardamean Sibisa, Kabupaten Toba Samosir, Senin (14/10/2019).

Dalam kesempatan itu ia mengucapkan terimakasihnya kepada investor yang akan membangun kawasan Danau Toba. “Syukur sampai saat ini program kita berjalan sesuai target,” ujarnya.

Kepada masyarakat Sigapiton, Luhut mengisahkan dirinya dipanggil Presiden dan meminta agar dalam pembangunan Caldera Toba Resort agar tidak ada masyarakat yang dirugikan.

“Kemarin saya dipanggil presiden di Bogor dan saya laporkan perkembangan Danau Toba. Saya bilang pak Budi (Menhub) dan Arief (Menpar) mau ground breaking lantas beliau bilang ke saya jangan ada kampung yang dirugikan dan digusur. Saya bilang enggak, pak,” kata Luhut. “Sigapiton itu di bawah, pak dan kita pelihara,”ucapnya.


Untuk itu, Luhut meminta warga Sigapiton agar tidak termakan provokasi.

“Jadi untuk masyarakat Sigapiton secara khusus saya ingin menyampaikan, saya ini lahir di Paranggitingan, Simargala, (Huta Namora, Silaen, Tobasa) 72 tahun lalu,” sebutnya.

Meski menurutnya ia tak besar di Tobasa, namun ia mulai terpikir untuk mengembangkan tanah kelahirannya saat ia mulai menjadi Menperindag 2000-2001.

Atas dasar cerita itu, Ruhut ingin menampik kepada masyarakat kalau dirinya akan mengorbankan rakyat untuk untuk kepentingan pribadinya sekaitan pembangunan Caldera Toba.

Ia merasa cerita-cerita medsos dikembangkan saat ini menudingnya tak memiliki nurani dalam mengembangkan Kawasan Pariwisata Danau Toba.

“Sepertinya saya tidak punya hati nurani untuk mengorbankan masyarakat. Malah saya bilang ke Ari (Dirut BOPDT) agar diurus betul (masalah Sigapiton), saya bilang ke bupati agar masalah tanah adat diselesaikan. Saya sudah minta ke Gubernur agar dibantu,” ujarnya.

Kepada investor ia mengatakan pemerintah akan terus mendukung pengembangan Danau Toba. “Pemerintah akan turun tangan,” ungkapnya kepada investor.


Masih kepada masyarakat Sigapiton, katanya ada informasi berkembang bahwa rumah masyarakat Sigapiton diperbaiki maka akan diambil tanahnya. Ia pun menepis.

“Untuk apa kita ambil tanah kalian. Justru kita ingin bantu, presiden mau rumah itu dikembalikan aslinya, rumah batak. Atau ada yang mau rumahnya jadi homestay ada bule yang mau menginap dan anda yang dapat untung,” ungkapnya Luhut.

“Rencana itu akan dimulai tahun depan. Coba anda bayangkan angka untuk Danau Toba ini angka Rp4,04 T. Itu angka yang sepanjang orang batak hidup belum pernah angka itu datang ke sini. Itu tahun depan hanya 1 tahun. Jadi akan ada pergerakan ekonomi luar biasa di sini,” sebutnya.

Kepada masyarakat Luhut menegaskan apabila ada pihak-pihak yang coba menipu masyarakat dalam pengembangan, ia minta agar melapor.

“Kalau nanti ada provokator dalam perjalanan pengembangan kawasan Caldera dan kampung Sigapiton, laporkan ke saya, akan saya tumbuk (pukul) dia,” pungkas Luhut berkelakar. (raj)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *