Terlibat Peredaran Sabu, BNN Ringkus Petugas Sipir Lapas Kelas 2 B Langsa

Petugas sipir langsa yang diringkus BNN

MEDANHEADLINES.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) Meringkus seorang oknum sipir di lapas kelas 2B Langsa bernama Dustur bersama istrinya NM(IRT) Karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu seberat 20,5 Kg.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari Jumat (11/10/2019 pada wartawan mengatakan, penangkapan ini berawal, setelah pihaknya mendapatkan informasi adanya pengiriman narkotika dari Malaysia menuju ke perairan Aceh Timur dengan menggunakan boat.

“Setelah diselidiki, diperoleh informasi bahwa ada seorang oknum sipir di Lapas kelas 2B Langsa terlibat dalam penyelundupan tersebut,” sebutnya.

Mendapatkan Informasi itu, Tambah Arman, Tim lalu melakukan pendalaman dan melakukan penangkapan terhadap sipir Lapas bernama Dustur tersebut di daerah Langsa, pada Senin (7/10/2019) sekitar pukul 12.37 WIB.

“Dari pengakuannya, bahwa dia menyimpan barang narkotika jenis sabu itu dirumahnya,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Arman, tim pun memboyong Dustur ke kediamannya di Dusun Petua Amin, Desa Gampong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Kemudian melakukan penggeledahan dirumah Aparat Sipil Negara (ASN) tersebut dan menemukan 19 bungkus ukuran kiloan narkotika sabu disebelah lemari dapur.

” Istri tersangka juga kita amankan,” akunya.

Tak sampai disitu, istri Dustur juga kembali menunjukkan narkotika jenis sabu lain yang disimpan dalam lemari dapur sebanyak 1 bungkus ukuran sedang. Menurut pengakuan Dustur, narkoba tersebut dibawa langsung dari Malaysia melalui jalur laut menggunakan speed boat dengan jumlah 40 bungkus atau 40 kg.

“Namun 20 kg sudah didustribusikan kepada pemesan dengan cara dikirim menggunakan kurir atau mengambil sendiri,” terangnya.
Selain barang bukti narkoba, Arman juga mengatakan pihaknya juga mengamankan barang bukti mobil Honda Civic BK 6 RY, beberapa handphone, dan beberapa kartu identitas.

“Saat ini tim lapangan BNN masih melakukan pengembangan, untuk pencarian dan pengejaran terhadap beberapa orang pelaku lainnya yang terlibat,” Jelasnya

Arman juga menjelaskan, Wilayah Aceh Timur menjadi salah satu daerah rawan penyelundupan narkoba dan menjadi pintu masuk dari Malaysia yang merupakan daerah pemasok terbanyak ke Indonesia

” Biasa menggunakan kapal penangkap ikan atau speed boat melalui jalur laut. baik secara langsung dijemput di Malaysia maupun dengan cara serah terima dikoordinat tertentu (ship ti ship) ditengah laut,” Jelasnya. (red)

 

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *