Tolak RUU Pertanahan, SYFM Gelar Unjuk Rasa Di Titik Nol Kota Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sumatran Youth Food Movement (SYFM) melakukan aksi kampanye dengan tema “Tolak RUU Pertanahan; Tanah Untuk Petani”.

Koordinator SYFM Erick Sitohang mengungkapkan, Maksud dari aksi kampanye yang mereka lakukan ini adalah wujud reaksi dari adanya rencana DPR RI yang akan mengesahkan RUU Pertanahan.

Dimana RUU Pertanahan dianggap sangat tidak berpihak kepada para petani di Indonesia, karena RUU Pertahanan telah melenceng dari amanat UUD 1945 dan UUPA (Undang-undang Pokok Agraria) tahun 1960.

“Berdasarkan analisis kami terdapat banyak masalah di dalam RUU Pertanahan, diantaranya adalah: 1. RUU Pertanahan tidak sesuai dengan UUPA No.5 tahun 1960; 2. Memperbesar peluang kriminalisasi petani ketika terjadi konflik agraria dengan korporasi; 3. Adanya hak bagi WNA untuk dapat menguasai tanah di Indonesia; 4. Memberikan hak untuk investor mendapatkan izin HGU selama 90 Tahun, dan nama pemegang izin HGU dirahasiakan; 5. Menghidupkan politik agraria kolonial; 6. Adanya konsep Bank Tanah yang dapat menjerat petani; 7. Tidak jelasnya pengaturan tentang batasan kepemilikan tanah bagi individu maupun badan usaha dan tidak mengatur secara keseluruhan persoalan sektoral terkait permasalahan agraria di Indonesia.” Ucap Erick.

Sementara itu, Pimpinan aksi, Amri Nasution mengungkapkan apa yang menjadi kampanye tuntutan mereka adalah menolak pengesahan RUU Pertanahan karena tidak berpihak kepada petani di Indonesia;

” Kita juga Menolak pendirian Pengadilan Pertanahan yang mengharuskan segala penyelesaian konflik agraria harus diselesaikan melalui pengadilan; . Menolak konsep Bank Tanah yang tidak pernah diamanatkan di dalam konstitusi; Menetapkan secara TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) sebagai mana yang dicantumkan pada Nawa Cita tentang program reforma agraria; Tertibkan dan berikan sanksi tegas kepada mafia tanah; Dan Kembalikan tanah petani yang telah tergusur dalam konflik agraria, termasuk petani di Desa Mekar Jaya Kabupaten Langkat,” Jelasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *