Lakukan Pemerasan, Oknum Mahasiswa di Palas Diciduk Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kepolisian Sektor (Polsek) Barumun menangkap seorang mahasiswa berinisial JTN. Dia diciduk karena diduga melakukan pemerasan terhadap pejabat di Bappeda Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara.

Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Irwa Zaini Adib mengatakan, sebelum ditangkap, JTN bersama teman-temannya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bappeda dan Kejari Padanglawas. Mereka menuntut peyelesaian kasus dugaan korupsi perjalan dinas di lingkungan Bappeda periode 2016 hingga 2018, pada pekan lalu.

“Massa yang menamakan dirinya Kepedulian Pemuda dan Mahasiswa Nusantara (KPMN) berunjuk rasa dengan anarkis. Kelompok yang dikoordinir JTN mendorong-dorong pagar dan melempari kantor Kejari dengan telur ayam,” kata Irwa saat memaparkan kasus, Selasa (3/9)

Setelah aksi itu, massa yang dipimpin JTN mengancam akan melalukan aksi yang lebih besar lagi, Jumat (30/8/2019). Mendengar itu Kepala Dinas Bappeda meminta kuasa hukum, Mardan Hanafi untuk bertemu dengan massa agar bisa bermediasi mengenai masalah ini.

JTN kemudian meminta Mardan Hanafi untuk bertemu di Kafe Sahabat Kuliner, Rabu (28/8) sekira pukul 14.00 WIB. Saat pertemuan itu, JTN meminta uang Rp30 juta kepada Mardan agar mereka membatalkan aksi susulan.

Lantaran uang yang diminta JTN terlalu besar, mereka akhirnya bernegosiasi dan sepakat pada angka Rp20 juta. Namun, sesaat setelah JTN menerima uang itu, petugas dari Polsek Barumun datang dan menciduknya. Dia berikut barang bukti lalu diboyong ke markas komando untuk menjalani pemeriksaan dan kemudian dilimpahkan ke Polres Tapsel.

“Setelah kami selidiki, ormas KPMN ini tak pernah dibentuk atau tidak memiliki legalitas hukum,” ungkapnya.

JTN saat ini mendekam di sel tahanan Polres Tapsel. Atas perbuatannya, JTN dijerat Pasal 368 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara. (AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *