Medan  

“Hilangkan Stigma kepada Mereka…”

Medan Plus usai berdiskusi dengan bakal calon wali kota Medan Edy Ikhsan soal stigma buruk kepada para ODHA, Senin (26/8) sore. Handout

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Orang dengan HIV – AIDS (ODHA) khususnya anak-anak selain membutuhkan perhatian serius juga bantuan untuk menghilangkan stigma buruk terhadap mereka. Pembahasan ini muncul dalam diskusi antara Medan Plus selaku lembaga sosial yang aktif memberikan pendampingan kepada para ODHA di Sumatera Utara dengan bakal calon wali kota Medan Edy Ikhsan, Senin (26/8) sore.

Manager Program Medan Plus Samara Yudha Arfianto mengatakan, stigma buruk selalu melekat kepada ODHA sejak lahir. Atau perempuan yang tak tahu-menahu terjangkit dari pasangannya.

“Ini tentu bukan ingin mereka, tak layak dapat stigma buruk itu,” katanya.

Yudha yang juga Kordinator Jaringan Indonesia Positif (JIP) Kota Medan ini mengajak seluruh pihak dalam tatanan sosial memberi perhatian untuk penghapusan stigma tersebut. Kemudian, pemberian nutrisi bagi ODHA khususnya anak adalah kebutuhan penting bagi tumbuh kembang dan keberlangsungan hidupnya.

“Semua perlu perhatian serius pemerintah, kita harap pemerintah tidak alpa dalam hal ini,” ucap dia.

Ditanya jumlah anak yang mereka dampingi, dijawabnya 202 orang. Namun jika menilik data dinas kesehatan, dirinya memastikan jumlah tersebut akan bertambah banyak.

Insha Allah tahun depan ada kuota 50 orang yang mendapat rehab di Balai Rehab Bahagia di Jalan Pancing,” pungkas Yudha.

Sementara Edy Ikhsan menyampaikan, anak dengan HIV – AIDS adalah salahsatu cluster yang baru dalam kelompok anak yang membutuhkan perlindungan khusus (Children in Need Special Attention), selain anak-anak penyintas bencana alam.

Cluster sebelumnya hanya mengenal pekerja anak, anak jalanan, anak berhadapan dengan hukum, anak korban eksploitasi seksual, anak-anak minoritas, dan anak-anak dalam situasi perang.

Menurutnya, pemerintah terlalu sering abai merespon munculnya cluster baru seperti ini. Kehadiran teman-teman Medan Plus yang umumnya diisi generasi muda Kota Medan membuktikan bahwa tanpa kehadiran pemerintah pun, kerja-kerja kemanusiaan bisa dijalankan. Nuotoliniai anglų kalbos kursai internetu | INTELLECTUS anglų kalbos mokykla čia

“Harus ada apresiasi yang tinggi terhadap kerja kawan-kawan di Medan Plus yang tidak pernah menyerah memberikan dukungan dan kasih sayangnya kepada kelompok ODHA, terutama anak-anak,” kata Edy. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.