MEDANHEADLINES.COM – Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto memastikan pihaknya komitmen untuk mengawal proses pembangunan dan pengembangan kawasan Superprioritas Danau Toba.
Hal itu disampaikannya saat menggelar rapat di Kabupaten Samosir yang diikuti oleh para bupati, Badan pelaksana Otorita Danau Toba dan Jajaran Kapolres di kawasan Danau Toba Pada Sabtu (24/8/2019)
Irjen Agus menjelaskan, dengan dicanangkannya Danau Toba sebagai destinasi prioritas, pihaknya juga akan membantu menuntaskan hambatan selama proses pembangunan dan turut serta mengawal agar pembangunan yang ditarget pada tahun 2020 mendatang rampung tepat waktu dan tidak molor
Selain itu, Pihaknya juga mulai menginventarisir masalah yang ada di kawasan Danau Toba.
“Jaminan keamanan bisa kita berikan, investor akan hadir. Dan uang yang digelontorkan makin banyak ke daerah, masyarakat bisa menikmati,” kata Agus, Minggu (25/8).
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan jika pembangungan juga membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dari Danau Toba. Sehingga sangat dibutuhkan juga pengembangan SDM.
“Karena pembangunan ini nantinya akan menyerap begitu banyak tenaga kerja,” ungkapnya.
Agus juga mengajak semua elemen untuk tetap menjaga keamanan di Danau Toba. Dengan keamanan itu investor bakal tertarik dan mau menginvestasikan modalnya di Danau Toba.
“Kita mendorong, memfasilitasi dan mengamankan hingga mensukseskan program pemerintah ini. Apalagi ini sudah dicanangkan sebagai destinasi superprioritas. Kalau begitu kita di daerah ini harus menyambutnya dengan baik. Supaya Bapak Presiden yang mengeluarkan kebijakan ini juga senang,” pungkasnya.
Direktur Utama Badan Pelaksana Ororita Danau Toba yang juga ikut di dalam rapat mengapresiasi langkah Polda Sumut. Dia berharap dengan dukungan Polda Sumut pembangunan Danau Toba tidak akan molor.
“Kita sepakat untuk sama-sama yah. Apalagi superprioritas, effort kita juga harus super. Ada dukungan dari Pak Kapolda dan Para Kapolres di kawasan Danau Toba. Saya kira ini cukup penting untuk memastikan pembangunan ini berjalan tepat waktu,” ujarnya.
Dalam rapat itu, Kata Arie, dia juga memaparkan sejumlah hambatan yang masih mempengaruhi pembangunan Danau Toba. Diantaranya adalah masalah lingkungan dan lainnya.
“Sampai kita membahas yang detil-detil. Misalnya soal tonase kendaraan yang melintas di kawasan Danau Toba. Supaya kawasan Danau Toba ini menjadi kawasan pariwiasata, nuansanya harus pariwisata. Jadi kalau orang datang ke Danau Toba ini nuansanya pariwisata. Jangan nanti tiba tiba ada kendaraan berat yang melalui jalan pada jam jam yang tidak tepat. Ini perlu kita dukung supaya berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp3,5 triliun untuk pengembangan Danau Toba. Pembangunan yang dilakukan meliputi infrastruktur jalan, jembatan, kapal, pelabuhan hingga resort. Pengerjaan pembangunan ditarget rampung pada 2020 mendatang.(red)












