Wali Kota Banda Aceh: 10 Menit Sebelum Shalat Segala Aktivitas Dihentikan

MEDANHEADLINES.COM, Banda Aceh – Wali kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang tertang dalam surat Imbauan nomor 451/0923 tanggal 31 Juli 2019 tentang Menghentikan Aktivitas Muamalah Menjelang Azam Berkumandang.

Penghentian dilakukan masing-masing 10 menit sebelum azan shalat 5 waktu berkumandang dan 30 menit sebelum azan shalat jumat.

“Kita sudah keluarkan, sepuluh menit sebelum azan itu sudah ditutup. Kita himbau semua masyarakat, saat waktu sholat maka dapat mengutamakan sholat,” ujar Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman disela-sela serah terima sepeda motor kepada kepala desa se-kecamatan Syiah Kuala pada Senin petang, 31 Agustus 2019.

Dalam salinan surat imbauan yang diperoleh Tempo, aturan itu dilatarbelakangi Pasal 7, 8, 9 dan 11 Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

Selain pengaturan batas waktu penghentian aktivitas, imbauan berisi enam poin tersebut juga menginstruksikan kepada seluruh masyarakat di Banda Aceh untuk tidak melayani pelanggan, nasabah atau konsumen selama waktu ibadah sholat. Tempat usaha diharapkan menutup dagangannya dengan tirai atau sejenisnya dan memberi tanda khusus yang mudah dipahami.

Seluruh masjid, mushalla, meunasah, badan usaha, kantor dan lembaga pendidikan lain juga diwajibkan memberi informasi jika waktu sholat segera tiba. Sehingga masyarakat yang sedang beraktivitas, dapat rehat sejenak. Kecuali dalam tindakan darurat medis dan bencana.

Meski mulai diterapkan, namun Aminullah mengatakan belum akan menerapkan sanksi bagi yang melanggar.
“Baru kita luncurkan beberapa hari lalu, ini masih sosialisasi. Jadi belum ada sanksi, karena peraturan itu kan kita terapkan, kita awali dengan sosialiasi dulu. Setelan itu secara bertahap kita tingkatkan lagi,” lanjut Aminullah.

Pria yang akrab disapa Bang Carlos yakin jika penerapan imbauan tidak akan berdampak negatif. Utamanya, tidak akan mengurangi omset masyarakat yang berdagang.

Musababnya, Aminullah yakin selain berusaha, kedekatan kepada Tuhan dapat memperlancar rezeki.
“Kita lihat betapa besarnya (usaha) kalau kita pergi ke Mekkah, mereka semua tutup (saat waktu sholat. Tapi dagangan mereka tidak menurun, justru bertambah. Itu karena kedekatan mereka dengan yang menciptakannya, yaitu dengan Allah,” pungkas Aminullah.(ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.