Penemuan Uang Palsu Di Sumut Menurun, BI Sebut Karena Faktor Sinergi Yang Baik

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Angka penemuan uang palsu di Sumut pada awal 2019 mengalami penurunan dibanding tiga tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat usai acara pemusnahan uang palsu yang digelar di Mapolda Sumut Jalan Tanjung Morawa, Km 10,5 Timbang Deli Medan Amplas, Rabu (14/8/2019)

Dijelaskan Wiwiek, Penurunan temuan uang palsu ini karena adanya yang sinergi kuat antara BI, perbankan dan penegak hukum dalam menekan kasus peredaran uang palsu (Upal) di wilayah Sumut.

“Dari Januari sampai Juli 2019, uang rupiah palsu hanya ditemukan sebanyak 380 lembar,” Ungkapnya.

Wiwiek juga mengatakan, Di Tahun 2016 lalu, BI menemukan uang palsu sebanyak 3.092 lembar. Pada 2017 mengalami peningkatan menjadi 5.236 lembar dan di 2018 naik lagi mencapai 5.480 lembar uang palsu.

“Jumlah uang palsu yang paling banyak ditemukan dalam pecahan besar yaitu pecahan Rp 50 dan 100 ribu,” ungkap Wiwiek.

Wiwiek juga menambahkan, BI sudah lama berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus peredaran uang palsu di tengah masyarakat. Tidak cuma itu, pihaknya juga gencar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah, dan mengenai fitur-fitur keamanan untuk keaslian yang ada pada rupiah.

“Jika masyarakat tau, peredaran uang palsu bisa dicegah atau dilaporkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto menegaskan bahwa polisi sendiri terus melakukan operasi untuk mempersempit ruang peredaran uang palsu di Sumut. Dimana, setiap ada laporan masuk, langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Periode 2017-2019 Polda Sumut menangani 27 kasus, di mana sebanyak 24 perkara sudah selai dan tiga kasus masih dalam penyidikan kita,” jelas Agus.

Agus menambahkan, modus yang kerap digunakan para pengedar uang palsu adalah dengan cara bertransaksi di pintu tol, warung dan minimarket. Mereka biasanya ‘mengucel’ uang itu sebelum diedarkan agar tersamar kepalsuannya.

“Untuk menghindari terawangan, para pelaku sering beroperasi di malam hari,” jelas Akpol 1989 ini.(AFD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *