Dugaan Narkoba Di Lapas Sibolga, Bupati Tapteng; Jangan Ada Pelaku `Hantu`

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Sat Narkoba Polres Kota Sibolga, Sumatera Utara berhasil mengamankan salah satu pria yang disebut terduga pengedar Narkoba inisial DD.

Diamankannya tersangka DD setelah Sat Narkoba Polres Kota Sibolga melakukan pengeledahan di Jalan SM Raja, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga pada Kamis (17/7) kemarin.

Dalam pengeledahan ini, DD menyebut bahwa narkoba tersebut diperoleh dari Lapas Sibolga. Hal ini terungkap dari pernyataan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Zeb Tumory melalui salah satu media.

“Informasinya barang (Narkoba) ini berasal dari Lapas Kota Sibolga, saya tanya langsung ke tersangka ini, dan informasinya sebagian besar barang tersebut sudah dibagikan,” kata Jamil.

Menanggapi pengakuan DD tersebut, Bakhtiar nampaknya sangat mendukung pihak kepolisian untuk mengungkap peredaran Narkoba di Lapas Sibolga. Ia berharap dalam kasus ini jangan ada pelaku `hantu`.

“Saya berharap jangan ada pelaku `hantu`, hanya DD yang terlibat dalam kasus ini. Saya tantang bandar Narkoba yang merasa paling hebat, saya siap,” ungkap Bakhtiar, Jumat (18/7).

Sementara itu, saat ditemui, Kalapas Kelas ll Kota Sibolga, Mulyadi membantah bahwa peredaran Narkoba bukan dari Lapas Sibolga. Ia mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan pengawasan ketat terhadap tahanan.

“Jangan membuat statemen yang seakan-akan semua persoalan narkoba di luar, sumbernya dari Lapas, tanpa konfirmasi,” kata Mulyadi.

Menanggapi bantahan Kalapas tersebut, Bakhtiar pun berharap kasus ini harus dibuktikan secara terbuka bagi publik. Pihak kepolisian juga diharapkan dapat serius untuk mengungkap pengakuan DD.

“Ada informasi yang saya terima, diduga NH sebagai bandar Narkoba di dalam Lapas. NH ini adalah Nirwan Hutagalung. Silahkan periksa ponsel milik NH, siapa-siapa saja yang dihubungi NH,” kata Bakhtiar.

“Kalapas harus diperiksa. Kita orang Sibolga, kita dapat informasi bagaimana NH diperlakukan di dalam Lapas, benar atau tidak biar Kemenkumham yang membuktikan. Kita ranah pemerintahan kewajiban kita sama seperti Kemenkumham. Kalapas jangan sebagai juru bicara,” tambahnya.

Bakhtiar juga mengatakan, jika benar terbukti Narkoba yang dimiliki DD diperoleh dari Lapas Sibolga, Bakhtiar juga berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap siapa saja pihak yang terlibat dalam tersebut.

“Jika terbukti Narkoba tersebut diperoleh dari Lapas, kita patut menduga ada orang-orang Lapas yang terlibat, jika terbukti yah harus dipecat. Jika Kalapas terbukti, ya harus dicopot, harus dimiskinkan,” ungkap Bakhtiar.

Masih Baktiar, dalam kasus tersebut, ia juga berharap agar Kemenkumham dan BNN dapat turun ke Kota Sibolga dalam mengungkap peredaran Narkoba di Lapas Kota Sibolga.

“Saya berharap Kemenkumham untuk membentuk Tim dalam mengungkap kasus ini. Ini sudah darurat, Tapteng dan Kota Sibolga sudah lampu merah. Karena saya yakin, pak Yasona Laoly akan serius mendukung pemberantasan Narkoba di Lapas,” tutur Bakhtiar.

Dikatakan Bakhtiar, ia juga mengaku telah menghubungi Kapolda Sumatera Utara, Agus Adrianto. Dalam pemberantasan Narkoba di Tapanuli Tengah, ia mengaku mendapat dukungan dari orang nomor satu di jajaran Polda Sumut tersebut.

“Kapolda sangat mendukung, apalagi Kapolda sudah komitemen untuk membersihkan Narkoba di Sumatera Utara. Ini harus terungkap,” kata Bakhtiar. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *