MEDANHEADLINES.COM, Medan, – Sebelum dilantik menjadi wakil rakyat, Para calon legislatif dari PDI Perjuangan Sumatera Utara dibekali pendisikan anti korupsi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan tindak pidana korupsi yang bakal menjerat para wakil rakyat ke ranah hukum.
Sihar Sitorus sebagai inisiator kefiatan itu mengatakan kegiatan itu juga dilakukan sebagai bentuk menjaga kepercayaan masyarakat yang sudah memilih mereka. Untuk diketahui, Sihar juga terpilih sebagai anggota DPR RI lewat Pemilu serentak April lalu.
“Masyarakat tentunya ingin melihat komitmen wakilnya dalam membangun Dapil dan negaranya, bukan dalam praktek korupsi. Kerinduan masyarakat melihat pembangunan jauh dari praktek korupsi,” ujar Sihar dalam pidatonya.
Sihar juga mengatakan, Ketua Umum PDI Peejuangan tak pernah memberi toleransi terhadap korupsi. Bahkan para caleg yang terbukti melalukan korupsi bakal ditindak tegas.
“Bukti sikap tegas terhadap pemberantasan korupsi dibuktikan PDIP, yaitu langsung memecat kadernya yang kena OTT atau Tersangka KPK. Surat pemecatan langsung dikeluarkan, meskipun kasusnya belum berproses di pengadilan,” ungkapnya.
Apalagi dengan jumlah caleg yang terpilih cukup banyak. PDIP tak mau menxoreng muka sendiri dengan memelihara kader koruptor.
Sihar pun mengakui, untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih cukup sulit. Tantangan yang harus dihadapi begitu berat.
Korupsi menjadi salah satu tantangannya. Karena tingkatannya bukan hanya di nasional saja. Di daerah juga rentan terjadi.
Pada Pemilu kali ini, kata Sihar, PDI Perjuangan diwarnai wajah baru yang juga terpilih. Sehingga pembekalan itu memang sangat perlu dilakukan.
“Karena sebagian besar adalah debutan (pemula/pertama kali tampil), maka kami mengalami transisi alur pikir dari seorang rakyat menjadi politisi atau legislator. Dimana pemahaman terhadap pengertian korupsi masih sangat kurang tentang bentuk/jenis korupsi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang,” tukasnya.
Dia berharap, para kader yang terpilih bisa menjadi anggota Parlemen yang anti korupsi.
“Masyarakat ingi melihat komitmen kita untuk membangun negara dan jauh dari praktek korupsi,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang juga mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang sudah mau membekali calegnya untuk anti terhadap korupsi. Karena angka kasus korupsi yang dilakukan Caleg terbilang tinggi.
Ada 247 legislator yang kasusnya ada di KPK. Para caleg yang terpilih saat ini harus menjaga integritas dengan berkontribusi melakukan pencegahan terhadap korupsi.
OTT hanya salah satu tugas KPK. Fungsi lainnya juga pencegahan, koordinasi, supervisi dan monitoring.
“Jadi bantu mencegah korupsi. Tolak suap maupun gratifikasi. Jika tidak bisa tolak, laporkan gratifikasinya ke KPK,” kata Saut (goy)










