Polisi Ringkus Pelaku Pembunuhan Pria Yang Ditemukan Terikat Di Perairan Pulau Putri

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuhan Abdul Bahri, Simanungkalit (50), Pria yang mayatnya ditemukan mengapung di perairan Pulau Putri, Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (28/5/2019) lalu

Warga Lingkungan I, Batu Mandi, Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng yang ditemukan dalam keadaan terikat itu ternyata dibunuh oleh kerabat korban.

“Jadi, dua pelaku yang diduga penyebab kematian Abdul merupakan abang kandung korban yaitu Saidun Simanungkalit dan Nazril Sitompul alias Teren keponakannya. Mereka sengaja membawa korban ke tengah laut untuk ditenggelamkan,” ungkap Kasatreskrim Polres Tapteng AKP Dodi, Jumat (31/5/2019).

Dodi Menjelaskan, Pelaku mengakui bahwa yang mengikat tangan korban ke belakang serta mengikat kedua kakinya menggunakan tali plastik adalah Saidun Simanungkalit. Setelah diikat, mulut korban ditutup dengan kain daster warna biru kemudian melakbannya.

“Setelah itu, Saidun mengajak Teren untuk membawa korban ke atas boat. Mereka lalu mengikatkan beberapa batu ke tubuh korban lalu membuang korban di tengah laut dalam keadaan hidup-hidup,” terang Dodi.

Motif pembunuhan lanjut Dodi , bahwa pembunuhan terhadap Abdul karena dinilai sudah membuat resah warga. Semasa hidup korban sering melempari rumah tetangga. Keluarga juga sudah sangat resah karena ulah korban yang mengidap penyakit kejiwaan karena depresi.

“Saat ini, kita masih menunggu hasil otopsi korban dari RSU Rajamin Saragih Pematang Siantar,” ujarnya.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka sudah kita amankan di Polres Tapteng,” pungkas Dodi.

Sebelum ditemukan terapung di Perairan Pulau Putri, korban saat itu tampak emosi dan mengancam untuk membunuh ibu kandungnya di dalam rumah dengan sebilah pisau.

“Korban mengalami depresi (gangguan jiwa) kurang lebih sudah 10 tahun. Sifatnya mudah marah sehingga sering mengganggu tetangga,” katanya.

Dodi menjelaskan setelah korban marah-marah di depan ibunya, warga sekitar pun menyerahkan korban kepada abangnya yakni Saidun Simanungkalit.

Korban selanjutnya diikat di bagian tangan dan kaki menggunakan tali plastik yang kemudian dimasukkan ke dalam rumah. Setelah peristiwa itu, Nursabina belum menemukan keberadaan dan kegiatan korban setelah diikat oleh Saidun hingga sampai ditemukan mengapung di perairan Pulau Putri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *