Lakantas di HM Joni, Dua Meninggal Dunia Dan Satu Luka Ringan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Satlantas Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan lalulintas yang terjadi dimulai dari Jalan AR Hakim sampai ke Jalan HM Joni Medan, Sumatera Utara, Jumat (18/5) malam.

Lakalantas terjadi antara Mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1780 DN dengan pengendara sepeda motor dan pejalan kaki . Dalam peristiwa itu tiga orang menjadi korban, dua meninggal dunia dan satu mengalami luka ringan.

“Kasusnya masih kita selidiki, sejauh ini hasil penyelidikannya adalah kasus laka lantas,” kata Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini ketika dikonfirmasi medanheadlines.com melalui pesan singkat, Sabtu (18/5) petang.

AKBP Juliani Prihartini mengatakan, korban pertama adalah atas kejadian itu adalah pengendara sepeda motor bernama Wendy A warga Jalan AR Hakim. Korban ini mengalami  luka lecet di kaki dan pinggang terasa sakit akibat ditabrak. Korban kedua yaitu pejalan kaki bernama Arni Samrah warga Jalan Sutrisno atau simpang Jalan Emas, Medan Area. Ibu 57 tahun ini sempat dibawa ke Rumah Sakit Madani untuk mendapatkan perawatan, namun akhirnya meninggal dunia.

“Sedangkan pengemudi mobil Avanza yang menabrak kedua korban bernama Taufik Hidayat (35) warga Banda Aceh. Pengemudi sempat diamankan polisi dari amukan massa dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut. Akan tetapi ia meninggal dunia tiga jam setelah¬† menjalani perawatan medis,” ujar Juliani

Juliani menjelaskan, awalnya pengemudi mobil melintas di Jalan AR Hakim sekira pukul 21.35 WIB. Namun, sebelum simpang Jalan Halat, mobil yang dikendarainya menabrak pengendara sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.

Setelah menabrak, sambung Juliani, pengemudi tetap melajukan mobilnya. Begitu tiba sebelum simpang empat Jalan HM Joni atau Jalan Bahagia, mobilnya kembali menabrak pejalan kaki dan akhirnya korban meninggal dunia di Rumah Sakit Madani.

“Diduga panik, pengemudi mobil kembali melakukan kenderaanya dengan kecepatan tinggi. Akan tetapi, sebelum simpang Jalan Gedung Arca mobil tidak bisa kencang karena volume kendaraan malam itu cukup padat. Mobil yang dikendarai Taufik berhasil dihentikan dan dihakimi masyarakat,” jelas Juliani.

Polisi yang mendapat informasi langsung menuju TKP dan mengamankan pengemudi mobil sudah dalam kondisi memprihatinkan. Selanjutnya pengemudi dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Tapi setelah tiga jam dirawat pengemudi mobil itu meninggal dunia,” ungkap Juliani.

Ketika disinggung terkait informasi yang beredar bahwa pengemudi mobil dalam keadaan dikejar karena mencuri mobil yang dikendarainya. Mantan Kapolsek Medan Timur ini menegaskan pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Ini masih kita Lidik ya pak, karena sopirnya sudah meninggal dunia. Hasil penyelidikan kita sementara, pengemudi itu dulunya tinggal di Jalan Jati, tapi sekarang tinggalnya di Banda Aceh. Maksud kedatangan dia ke Medan untuk berziarah ke Galang bersama keluarganya menggunakan mobil Avanza yang direntalnya,” jelas Juliani.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas yang terjadi dimulai dari Jalan AR Hakim sampai ke Jalan HM Joni Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/5) malam. Dalam peristiwa itu dikabarkan ada korban jiwa dan satu mobil Toyota Avanza warna hitam BK 1780 DN yang menabrak dihancurkan massa. Pengemudi tak luput dari keberingasan massa dan akhirnya meninggal dunia.

Irwan warga di lokasi kejadian mengatakan, awalnya mobil Avanza tersebut melaju kencang dari Jalan Denai menuju Jalan HM Joni.

“Sampai di Jalan HM Joni, sopir yang belum diketahui identitasnya itu ada menabrak ibu-ibu dan kondisinya meninggal dunia,” kata Irwan ketika diwawancarai wartawan di lokasi mobil dihancurkan massa.

Lanjut pria berkacamata itu, sopir juga diduga ada menabrak seorang pengguna jalan lainnya sebelum mobil dihentikan. Massa mengamuk kemudian memukul dan melempari mobilnya.

“Saya tidak tau sopirnya dibawa kemana. Tapi yang jelas tadi saya lihat kondisinya parah dan sudah tak sadarkan diri setelah dihajar puluhan warga,” ucapnya (Afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *