Gagal Dioperasi, Koin di Perut Bocah 4 Tahun Keluar Saat BAB

MEDANHEADLINES. COM – Tolonaso Gulo warga Desa Orahua Faondrato, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara nampaknya mulai bernafas lega. Pasalnya, putra kesayangannya Noverius Gulo tidak perlu lagi menjalani operasi di RSU Adam Malik Medan pasca menelan koin pecahan 500 rupiah.

Menurut informasi yang diterima dari Onlihu Ndraha mengatakan, bocah berusia 4 tahun itu rencananya akan menjalani operasi pada Sabtu (13/4) pagi. Namun, sebelum operasi, dokter spesialis anak menyarankan agar melakukan ronsent untuk mengetahui posisi terakhir uang koin.

“Rencanya Dr. Lindra Irwandi akan melaksanakan Esofaguskopi (mencabut koin itu melalui mulut) apabila koin itu belum bergeser dari tenggorokannya yang dekat dengan jantung,” jelas Ndraha, Minggu ( 13/4).

Dari hasil ronsent yang dilakukan di ruang Radiologi RSUP Adam Malik, logam pecahan Rp 500 warna kuning itu pun terlihat sudah bergeser ke bagian perut. Dan dari hasil ronsent tersebut, upaya Esofaguskopi pun dibatalkan oleh dokter yang menangani.

“Kata perawat, posisi terakhir koin di sudah di perut. Jadi perawat itu meminta agar menunggu sampai besok, manakala saat buang air besar uang koin itu bisa keluar. Jadi, jika dia (Noverius Gulo,red) ke kamar mandi, selalu dipantau,” katanya.

Dia menambahkan, setelah ada perubahan letak posisi koin, korban pun disarankan makan buah dan nasi setelah melakukan puasa selama 1 hari penuh.

“Pak Ndraha, ini koin sudah keluar,” kata Ndraha menirukan ucapan ayah Noverius.

Setelah koin itu keluar, kata Ndraha, korban yang awalnya sulit untuk bersuara akhirnya berbicara dan meminta makan. Mendengar hal itu, masih Ndraha, pihak RSUP Adam Malik menyarankan agar dilakukan Observasi selama 24 jam sebelum dibawa pulang ke rumah.

“Korban yang BAB pun diantar langsung oleh ayahnya ke kamar mandi dan menyaksikan langsung saat koin itu keluar,” jelasnya.

Sementara itu, ayah korban, Tolonaso tidak dapat membendung air mata sebagai luapan kegembiraan atas kesembuhan anaknya yang bebas dari operasi.

“Tanpa mereka (Ndraha,red), mungkin anak saya meninggal dunia. Apalagi secara ekonomi, jangankan sampai di Medan, ke RSUD Gunung Sitoli saja kami tidak mampu. Pendapatan keluarga saya sehari hanya sekitar Rp 35.000,” bebernya haru.

Sebelumnya, Noverius Gulo diketahui menelan uang koin pecahan 500 pada Rabu (10/4) yang lalu. Kejadian itu bermula saat orang tua korban pergi bekerja ke kebun dan meninggalkan anaknya di rumah beserta kakaknya.

Kemudian oleh Onlihu Ndraha yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Buruh dan Nelayan Persatuan Alumni GMNI Nias ini menginformasikan kepada Dandim 0213/Nias Bapak Letkol Infantri Reymond Purba dan Kapolres Nias AKBP. Deny Kurniawan.

“Semula di rujuk di RSU BHAYANGKARA Medan. Namun, disana adanya keterbatasan tindakan. Setelah Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoly menjenguk Noverius dan berkoordinasi dengan pihak manajemen RS Bhayangkara, akhirnya korban dirujuk ke RSU Adam Malik,” jelasnya. (Hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.