Mulai Beroperasi, Bandara Sibisa Layani Penerbangan Perintis Nias-Tobasa

MEDANHEADLINES. COM – Bandara Sibisa yang terletak di Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara Sudah mulai beroperasi, Jumat (12/4).
Dengan beroperasinya Bandara Sibisa ini semakin menambah optimisme pemerintah dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba masuk dalam destinasi super prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, Bandara ini sementara melayani rute Tobasa-Gunungsitoli (Nias).

Dijelaskannya, Saat ini pengelolaan Bandara Sibisa dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis Ditjen Perhubungan Udara.
” Pengembangan Bandara Sibisa sudah dilakukan sejak lama. Panjang landasan yang semula hanya 750×23 meter. Kini panjangnya mencapai 1.200 x 30 meter, ” ungkapnya.

“Kita berharap semakin banyak penerbangan yang akan masuk ke sini. Kita semakin yakin pariwisata Danau Toba akan terus berkembang,” Tambahnya

Selain itu, Arie juga menjelaskan jarak bandara Sibisa ke Pusat Kota Parapat cukup dekat dan ditunjang dengan fasilitas
Jalan yang mulus dan lebar.

” Hanya 20 menit lewat perjalanan darat, dan
Menuju bandara, para penumpang bakal disuguhi pemandangan yang apik. Mulai dari perbukitan dan sawah-sawah milik warga yang hijau,” Jelasnya.

Sementara jarak bandara ke lokasi The Kaldera Toba Nomadic Escape yang baru diluncurkan Kemenpar, Arie mengatakan hanya berjarak 5 menit saja.
” Dari Bandara ke The Kaldera, hanya memakan waktu sekira lima menit. Pengunjung langsung diantarkan tepat di pintu gerbang The Kaldera. Di dalam The Kaldera wisatawan langsung bisa menikmati indahnya pemandangan Danau Toba dengan nuansa outdoor yang masih sangat kental,” paparnya.
Arie juga menjelaskan, pemerintah saat ini terus mengembangkan bandara ini agar kedepannya, Bandara ini bisa memiliki rute penerbangan lainnya

“Ke depannya dapat dikembangkan menjadi Bandara kelas menengah untuk penerbangan short dan medium haul, misalnya penerbangan pesawat kecil dan menengah ke Medan, Banda Aceh, Riau dan Kepulauan Riau, serta daerah lain di Sumatera Utara,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.