Simulasi Pemilu
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara menggelar simulasi proses pemungutan suara kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas dalam Pemilu 2019 mendatang.
Simulasi ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengevaluasi persiapan angoota KPPS yang akan bertugas.
Dalam Simulasi ini, KPU merancang segeala sesuatu semirip mungkin dengan beberapa kondisi yang bisa saja terjadi saat hari pemilihan.
“Tadi kita simulasi kondisi yang mungkin terjadi dilapangan. Kami dari KPU Sumut dan KPU Medan ingin memampuan Petugas KPPS kita dan terampil melakukan SOP pungut hitung di TPS (Tempa Pemungutan Suara),” ujar Komisioner KPU Sumatera Utara, Benget Silitonga, disela-sela simulasi di Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Medan, Sumatera Utara pada Kamis, 11 April 2019.
Pantauan dilapangan, Petugas KPPS dan masyarakat yang hadir tampak antusias terhadap simulasi. Ditengah-tengah simulasi, terjadi pula diskusi singkat antara masyarakat dengan anggota KPU yang hadir. Salah satu yang banyak dipertanyakan mengenai jumlah surat suara yang didapat bagi calon pemilih Daftar Pemilih Tetap, Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK).
Benget menjelaskan simulasi kali ini memang berfokus kepada Petugas KPPS. Musababnya, KPPS dianggap menjadi kunci kesuksesan dalam Pemilu mendatang. Sehingga Petugas KPPS bisa mendapatkan kemampuan dan keterampilan yang baik dalam menjalankan proses pemungutan suara.
Simulasi kepada Petugas KPPS juga dilakukan untuk mencegah distorsi informasi. Meskipun KPU mempunyai Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), namun penguatan langsung kepada Petugas KPPS tetap perlu dilakukan.
Terkhusus tentang perbedaan jumlah surat suara yang dibagikan bagi calon pemilih kategori DPT, DPTb dan DPK.
“Yang perlu diprioritaskan adalan kemampuan mereka memahami 3 jenis pemilih, yaitu DPT, DPTb dan DPK. Karena itu salah satu potensi yang bakal membuat misskomunikasi dilapangan di hari H nanti,” ungkap Benget.
Sementara itu, warga yang hadir menyambut baik simulasi yang dilakukan KPU. Simulasi yang dilakukan sangat baik untuk menambah pemahaman saat memilih
“Sebagai pemilih, saya sangat terbantu. Apalagi selaku Ketua KPPS 12, saya juga banyak ditanyai oleh masyarakat. Khususnya pemilih pemula yang katanya masih gemetaran karena baru pertama milih. Apalagi ini kertas suaranya juga banyak yang mau dipilih, jadi agak bingung sedikit,”ujar Agus Sudaryatno, masyarakat Lingkungan V Keluruhan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. (ask)












