Siapkan Sinergi Integrated Tourisme Master Plan Danau Toba, Ini Kata Ijeck

MEDANHEADLINES.COM, Jakarta – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeckshah menyatakan pihaknya sudah menyiapkan sinergisitas dengan pemerintah pusat terkait integrated tourisme Danau Toba. Hal itu dilakukan agar pembangunan pariwisata di sekeliling danau toba dapat berjalan dengan baik.

Menurut Ijeck, sapaan akrabnya, master plan sangat dibutuhkan untuk merencanakan suatu program yang nantinya akan bermanfaat bagi semua stakeholder.

“Kita sudah beraudiensi dengan Pak Menteri, supaya delapan kabupaten Kota ini bisa sejalan, dengan apa yang direncanakan dibuatkan master plan. Dari master plan itu kita nanti dalam pembangunan pastinya tidak lari dari apa yang direncanakan tinggal tahapan-tahapannya aja,”ujar Ijeck, saat peluncuran Calendar Of Event Danau Toba di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Senin (25/2) malam.

Disampaikannya, master plan ini terarah dan terukur, terkait dengan apa yang hendak kerjakan. Target dari master plan, pastinya untuk meningkatkan kunjungan pariwisata yang ada di Sumatera Utara sebagai tujuan destinasi Danau Toba.

“Provinsi Sumatera Utara juga sudah menganggarkan untuk peningkatan badan jalan infrastruktur yang memang menjadi tanggung jawab provinsi. Tapi tidak provinsi saja, juga di kabupaten kota,”terangnya.

Selain itu, sambung Ijeck, di Parapat sudah ada Tirtanadi untuk pengelolaan air dan limbah.

“Pengolahan limbah ini juga jadi Fokus utama kita. Baik limbah rumah tangga, limbah manusia dan juga untuk pengolahan sampah. Selama ini juga belum ada incinerator sampah di sana. Mungkin nanti kita akan mencari investor yang bisa berinvestasi untuk pengolahan sampah menjadi energi di delapan kabupaten kota yang ada. Karena selama ini kita tahu di Danau Toba sekitar danau toba sampah itu tidak berkumpul dan tidak dikelola menjadi satu menjadi pembakarannya dengan incinerator,”jelas Ijeck.

Untuk mewujudkan pariwisata bertaraf internasional, sambung Ijeck, kebersihan juga harus diperhatikan. Sebab, wisatawan pastinya tidak akan betah apabila daerah wisata tersebut kotor.

“Mudah mudahan tahapan-tahapan ini semua bisa kita jalanin dengan pembangunan yang jangka pendek jangka menengah dan jangka panjang,”pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *