Medan  

Yasonna Laoly Ajak Anak Medan Cinta Kebersihan

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly (topi merah) foto bersama kaum muda (Millenial) usai kegiatan dilaksanakan

MEDANHEADLINES.COM, Medan- Pasca Kota Medan dinobatkan kota terkotor oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat penyerahan Adipura 2018 lalu. Permasalah sampah menjadi perhatian semua pihak.

Perhatian tidak hanya datang dari pejabat pemerintah daerah, melainkan pejabat dari kementrian. Tokoh itu adalah Menteri Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Hamonangan Laoly.

Yasonna Laoly mengatakan, permasalahan kebersihan di Kota Medan bukan hanya tanggungjawab pemerintah daerah saja, melainkan itu adalah tanggugjawab bersama.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak dimulai dari pemerintah setempat, masyarakat khususnya kaum muda (Millenial) untuk membudayakan hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik.

“Sampah plastik itu sangat berbahaya sekali terhadap lingkungan,” kata Yasonna saat diwawancrai awak media usai melaksanakan kegiatan Fun Walk sekaligus aksi bersih-bersih di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/2/2019) pagi.

Kegiatan ini adalah gerakan anak Medan cinta kebersihan. Dan ini adalah simbol yang mau disampaikan kepada publik.

“Saya sendiri aja memungut sampah untuk kebersihan kota kita. Maka saya mengajak kita semua termasuk media untuk menyampaikan kepada masyarakat Kota Medan,” ujarnya.

Menteri asal Tapanuli Tengah, ini mencontoh-kan sungai Deli bisa tumpat itu karena siapa? itu adalah kesalahan semua pihak. Menurutnya, meskipun pemerintah sudah melakukan pemeliharaan sungai, membangun got (parit) dengan sebaik-baiknya, tapi kalau setiap hari masyarakat tetap membuang sampah di sana, maka itu akan tertutup.

“Jadi, marilah pemerintah daerah dan masyarakat saling bekerjasama untuk menjaga kebersihan lingkungan,” imbau Yasonna.

Ketika disinggung seberapa parah sampah di Kota Medan, pria kelahiran 1953, ini mengaku masih banyak menjumpai lokasi dipenuhi sampah. Tapi, semua itu tak terlepas dari ketidak pedulian masyarakatnya juga.

“Memang agak lumayan juga. Tapi, jangan semata-mata menyalahkan pemerintah daerahnya, tapi harus sama-sama menjaga kebersihan kota ini,” ungkap alumni Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) itu (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.