MEDANHEADLINES.COM – Belum lengkapnya data penghuni lapas dan rutan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut kebingungan
Komisioner KPU Sumut Herdensi Adnin menjelaskan, harusnya pendataan itu rampung pada Januari. Namun hingga sekarang nyatanya belum juga selesai. Tercatat, baru 45 persen warga binaan yang didata dari 39 Lapas dan Rutan di Sumut.
“Kalau di Januari kemarin selesai, kalaupun ada pemilih di Lapas Rutan yang tidak terdaftar, kita bisa berkoordinasi untuk minta perbaikan DPT. Karena ini belum selesai, gimana mau kita bilang,” kata Herdensi, Jumat (15/2).
Ia mengaku, KPU juga sudah mencari tahu soal kendala apa yang sebenarnya membuat perekaman identitas menjadi terlambat, apalagi, KPU juga tidak bisa memasukkan orang yang tidak punya identitas kependudukan secara sembarangan ke dalam DPT karena sangat berisiko dan melanggar aturan.
“PR-nya harusnya di Disdukcapil, kita kan gak mau juga KPU terkesan menyalahkan lembaga lain. Tapi kita menegaskan, urusan kependudukan itu tidak bisa dikerjakan KPU. Kalau misalnya kita dikasih kewenangan untuk melakukannya sudah kita lakukan. Sebenarnya sekarang ini tidak hanya butuh niat baik untuk menyelesaikannnya, tapi juga butuh kemauan baik,” tegasnya.
Kendala yang didapati ternyata teknis. Disdukcapil di daerah, tidak punya alat untuk bisa merekam penduduk diluar daerahnya. “Karena alat rekam mereka itu sifatnya Offline. Untuk bisa merekam penduduk diluar daerahnya (Misalnya penghuni Lapas) itu harus online. Itu kan kendala. Harusnya kendala seperti itu bisa diatasai,” ujarnya.
Terpisah, Kadisdukcapil Sumut Ismael P Sinaga mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah merekam 17 ribu penghuni Lapas dan Rutan. Sisanya masih terus dikebut.
Bahkan, sudah ada penambahan empat ribu lebih penghuni Lapas dan Rutan yang belum direkam identitasnya.
“Semua kita maksimalkan, artinya Disdukcapil all out,” ungkapnya.
Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) yang sudah dilakukan sejak 14 Januari hingga 14 Februari 2019 juga belum menunjukkan hasil signifikan.
Hingga saat ini, Kata Ismael sudah 17.862 penghuni Lapas dan Rutan yang dilakukan perekaman. Sisanya sebanyak 14.863 jiwa.
“Sisanya kita lanjutkan perekaman, sekarang kita rencanakan sampai akhir Februari. Karena perbaikan DPTb ini kan tahap kedua. Masih ada nanti tahap ketiga. di Bulan Maret. Tapi kita maksimalkan terus,” Pungkasnya. (red)












