MEDANHEADLINES.COM, Medan – Puluhan massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Kota Medan,Rabu (6/2).
Massa datang untuk menuntut pencabutan PP Nomor 78 Tahun 2015 yang dianggap membuat buruh semakin sengsara.
Koordinator Aksi Tony Rickson Silalahi mengungkapkan, Presiden Joko Widodo dalam kepemimpinannya, dianggap tidak berpihak pada buruh. Terbukti pada kebijakan PP Nomor 78 dan sistem kerja kontrak (Outsourcing) yang hingga kini masih berlaku.
“Kami meminta sediakan pekerja layak. Tolak upah murah. Antisipasi revolusi 4.0. kita juga menuntut, berhentikan pekerja unskill dari Tiongkok. Turunkan, harga barang,” ungkapnya.
Ia juga menilai, Presiden telah melakukan kebohongan terhadap buruh karena Saat kampanye di Pilpres yang lalu, Jokowi menjanjikan pekerjaan layak dan upah layak. Namun hingga sekarang itu sama sekalai tidak terealisasi.
Dalam unjuk rasa ini, Para buruh juga menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Capres Nomor 02. Alasan mereka, karena Prabowolah yang berani menandatangani kontrak politik.
“Kami buruh membuat kontrak politik, dengan Capres 02 Prabowo Subianto.(Dia) bersedia menandatangani kontrak politik Sepultura. Yang salah satu diantaranya adalah mencabut sistem kerja upah murah. Dan menghapus sistem kerja kontrak,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa berjalan dengan damai. Setelah puas berorasi, massa kemudian meninggalkan Kantor Gubernur Sumut.(red)











