MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Salah seorang warga Desa Makarti Nauli, Kecamatan Kolang Linda Halawa yang bermukim tepat di tepian sungai Sordang mengaku pernah menyaksikan langsung kemunculan buaya itu terjerat di jaring.
“Waktu itu ada yang masang jaring dekat rumah, air sedang pasang, kena jaring ekornya, kira-kira jam satu malam, sebesar batang pisanglah, mulutnya dibuka-bukanya, tapi ekornya udah kena jaring, ya akhirnya lepas,” katanya, Senin (28/01/2019).
Dia menjelaskan, setelah peristiwa itu, hampir setiap malam saat air pasang laut naik, ia akan mendengar suara gaduh di sungai yang ia duga akibat kehadiran buaya.
“Kalau malam ya takut lah melihat, tiap malam (suara gaduh di sungai). Kira-kira jam satu malam waktu besar pasang, ya udah, bunyi lah dia itu,” kata dia.
Kendati ia mengaku tetap memberanikan diri dan berpasrah pada Tuhan.
“Tinggal sendirian. Ya udah biasa, gak takut, ya kan dia di sungai, ya berserah sama Tuhan,” ujarnya.
Terpisah, pengakuan senada diungkap Roni Marbun. Ia menyebut peristiwa ia menyaksikan langsung kemunculan Buaya itu saat malam Natal 2018 lalu.
“Pas malam Natal lah itu, di bawah titi (jembatan kecil), kulihat ada Buayanya, ku senter, merah matanya, sempat kami kejar, lari dia (buaya-red), aku menjaring waktu itu memang pas air laut sedang pasang,” kata Roni Marbun, seorang warga yang mengaku melihat Buaya.
Roni mengaku, ia dan kerabatnya sempat mengejar Buaya yang akhirnya lari kembali menuju sungai. Sayang, aksi pengejaran itu tak membuahkan hasil.
“Ya, kan gak mungkin kami masuk ke dalam sungai ngejar, itu ngantar nyawa namanya,” kata dia.(hen)











