Dua Ekor Lumba-Lumba Putih Muncul di Sungai Kualuh Labura

Penampakan Lumba-lumba Air tawar di  Sungai Kualuh, Desa Kualaberingin, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara

MEDANHEADLINES.COM – Satwa mamalia lumba-lumba berwarna putih yang dikenal sebagai lumba-lumba air tawar tiba-tiba muncul di kawasan Sungai Kualuh, Desa Kualaberingin, Kecamatan Kualuhhulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Minggu (28/1/2019)

Sontak saja, penemuan lumba-lumba yang merupakan hewan langka bernama latin Orcaella brevirostris ini pun menggegerkan warga setempat

Kabar soal penampakan satwa mamalia itu pertama kali diketahui pada siang hari. Kabar itu cepat beredar, sehingga membuat bantaran Sungai Kualuh dipadati warga.

Video soal penampakan lumba-lumba viral di media sosial. Dari video yang beredar, kedua lumba-lumba itu sesekali menampilkan diri dengan meliuk-liukkan badanya di permukaan air.

Dari video yang beredar, masyarakat bersorak ketika lumba-lumba menampilkan diri. Layaknya menonton circus.
Tampaknya, kedua satwa itu juga tak takut dengan kehadiran manusia di sekitarnya. Mereka malah terus unjuk kebolehan.

Aparat desa setempat lantas melaporkan soal penampakan lumba-lumba itu ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.

“Kemarin sore kita sudah lapor ke BKSDA Asahan dan sudah mereka konfirmasi akan turun hari ini,” Kepala Desa Kuala Beringin Edi Mansur Pane

Edi takut lumba-lumba itu stress karena terlalu banyak manusia yang mendekatinya. Karena ada juga masyarakat yang sampai menggunakan perahu, supaya bisa melihat lebih dekat.

“Sekarang ini makin ramai warga yang datang. Bahkan yang dari luar desa kami pun ada,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sumatera Utara Hotmauli Sianturi saat dikonfirmasi via telepon seluler mengatakan sudah mengirimkan timnya ke lokasi.

“Kita duga itu lumba-lumba tersesat. Jadi bisa saja saat air pasang dia terikut dan terjebak di muara Sungai Kualuh itu,” sambungnya.

BBKSDA juga sudah membuat langkah-langkah pencegahan. Mereka takut, lumba-lumba ini jadi sasaran buruan warga.

“Langkah kita saat ini akan melakukan pengamanan dilokasi bersama nelayan agar lumba-lumba tidak di ganggu. Selanjutnya akan kita lakukan penggiringan ikan itu ke habitatnya,” jelas Hotmauli.

Diketahui, Lumba-lumba air tawar populasinya sudah terancam punah. Bahkan, satwa ini masuk dalam daftar merah IUCN (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources) dengan status Critically Endangered atau tingkat keterancaman tertinggi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *