Sumut  

Kerusakan di Hulu Sungai Diduga Kuat Penyebab Longsor Berulang kali di Jalur Siantar-Prapat

Longsor yang menghantam Jembatan Sidua-dua
Longsor yang menghantam Jembatan kembar pabrik ganjang di Kecematan Girsang Sipangbolon

MEDANHEADLINES.COM – Peristiwa longsor yang telah berulang kali terjadi di Jembatan Kembar Pabrik Ganjang (Sidua-dua), Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun diduga kuat akibat adanya kerusakan yang terjadi di Hulu Sungai.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede mengatakan wilayah tersebut setidaknya sudah mengalami sebelas kali longsor dan tujuh diantaranya dengan volume yang cukup besar

“Kami meyakini longsor akan kembali terjadi ketika hujan deras. Kenapa? Karena di hulunya sana yang diluar kewenangan kami, sudah terjadi longsor. Kami hanya menerima dampaknya saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, Pihak Balai Jalan juga sudah melakukan pemantauan lewat drone. Hasil pemantauan menunjukkan tanah pada bagian hulu sungai mengalami kerusakan.

“Di hulu jembatan itu memang sudah longsor. Jadi kalau nanti hujan deras lagi, ya (diprediksi) akan longsor lagi,” ujarnya

Dia pun menyarankan agar hal tersbut dikonfirmasi ke Dinas Kehutanan. Karena instansinya hanya merasakan imbas.

Ia mengatakan, Pihaknya hanya berwenang pada kondisi jalan yang diterjang longsor.

” Kini hanya satu lajur jembatan saja yang dapat difungsikan dititik bencana, karena pada jembatan satunya lagi sedang dilakukan upaya pembersihan,” Jelasnya

Sementara itu, Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih usai meninjau lokasi longsor mengatakan longsor itu terjadi di bukit yang ada mata airnya, sehingga mendorong lumpur turun ke bawah.

“Kita akan mencoba mengalihkan air-air tersebut agar tidak turun ke bawah supaya mempermudah proses evakuasi,” katanya, Sabtu (5/1).

JR Saragih juga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk percepatan pembersihan lumpur. Sehingga kendaraan bisa cepat melintas.

Sebelumnya, Camat Girsang Sipanganbolon Boas Manik mengatakan, untuk sementara jalur yang terkena dampak longsor diberlakukan dengan sistem buka tutup.

“Ditutup dua jam sekali untuk melakukan pembersihan. Kemudian dibuka lagi,” ungkapnya.

Dia juga mengimbau paara pengendara untuk melintas dari jalur alternatif. Pengendara yang datang dari arah Kota Pematangsiantar menuju Parapat dan Toba Samosir dapat melalui Simpang Palang-Simpang Sitahoan. Yakni ke kanan arah ke Parapat dan ke kiri arah ke Tobasa, Ajibata, Balige dan Tapanuli Utara.

Begitupun kendaraan yang datang dari arah simpang Simarjarunjung dengan tujuan Parapat dan Tobasa, dapat berbelok lanjut ke arah Simpang Palang. Sedangkan untuk kendaraan yang datang dari Parapat menuju Siantar, dapat menuju jalan nasional Parapat-Siantar. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.