Suporter Rasis, Inter Milan Dihukum 2 Pertandingan Tanpa Penonton

MEDANHEADLINES.COM – Federasi Sepak bola Italia (FIGC) menjatuhkan hukuman kepada Inter Milan dengan dua laga tanpa pendukungnya.

Hukuman ini diberikan karena kasus rasisme yang menimpa bek Napoli, Kalidou Koulibaly, pada pertandingan Inter melawan Napoli di pekan ke-18 Liga Italia 2018 – 2019 lalu.

Dalam laga yag dimenangkan oleh Inter 1-0 itu, Koulibaly mendapatkan nyanyian rasisme dari oknum-oknum pendukung Inter yang tak bertanggung jawab. Karenanya saat Inter menjamu Sassuolo dan Bologna mereka takkan didukung oleh para fansnya.

Selain karena insiden rasisme yang menimpa bek andalan Napoli, kejadian di luar lapangan juga menjadi alasan mengapa pihak FIGC menghukum tim asuhan Luciano Spalletti tersebut.

Seperti yang dikabarkan Football Italia, satu pendukung Inter dinyatakan meninggal dunia usia tertabrak mobil yang diduga adalah miliki fans Napoli. Lalu empat pendukung Napoli juga dikabarkan mengalami luka penusukan yang terjadi di sekitaran Stadion Giuseppe Meazza.

Banyaknya kejadian yang tak menyenangkan itu lantas membuat Presiden FIGC, Gabriele Gavriana, geram. Ia mengatakan bahwa sepakbola tak mentolerir adanya kekerasan yang terjadi terhadap pemain maupun para pendukung, baik itu secara lisan atau pun fisik. Karenanya FIGC mengambil langkah keras untuk menghukum Inter agar kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Sepakbola adalah warisan yang mana memiliki pendukung-pendukung sejati dan karenanya itu harus terus dipertahankan dari semua hal yang dapat menciptakan ketegangan. Kami sangat mengutuk semua bentuk kekerasan fisik dan verbal. Kami tidak mentolerir perilaku seperti itu karena dapat merusak dunia sepakbola,” ungkap Gavriana, dikutip dari BBC, Jumat (28/12/2018).(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *