KMP Ihan Batak Mulai Beroperasi, Kepadatan Angkutan Libur Tahun Baru Bisa Berkurang

KMP Ihan Batak

MEDANHEADLINES.COM– Mulai beroperasinya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Ihan Batak di perairan Danau Toba, Kamis (27/12/2018) yang lalu, diklaim bisa mengurangi kepadatan angkutan saat liburan tahun baru.

Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang memiliki bobot 300 Gross Ton (GT) itu akan menempuh rute pelabuhan Ajibata di Kabupaten Simalungun menuju Ambarita di Samosir.

“Kita sangat menyambut baik soft-launching dari KMP Ihan Batak hari ini. Dioperasikan disaat yang memang sangat diperlukan,” kata Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Jumat (28/12/2018).

Arie berharap, kapal itu bisa mengurai kepadatan angkutan liburan, karena sejak 21 Desember 2018 yang lalu ada lonjakan pengunjung yang signifikan di kawasan Danau Toba.

“Sejak kemarin siang hingga malam tadi sudah terjadi antrian panjang di beberapa pelabuhan utama diantaranya Ajibata dan Tigaras,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Dengan beroperasinya KMP Ihan Batak, maka bisa memangkas waktu antrean di pelabuhan. Sehingga para wisatawan bisa memaksimalkan waktu berliburnya.

“Kami berharap KMP Ihan Batak ini dapat memberikan pelayanan prima dan bisa menjadi trendsetter baru dalam hal keselamatan dan kenyamanan pelayaran. Tetap waspada dan jaga keamanan serta keselamatan dan patuhi peraturan,” pungkasnya.

Diketahui, KMP Ihan Batak yang dibangun oleh kementerian Perhubungan ini akan melayani rute Ajibata-Ambarita sebanyak 6 trip per harinya. Ihan Batak merupakan kapal pertama jenis Ro-ro yang dibangun langsung di Danau Toba.
Adapun nama kapal Ihan Batak diambil dari nama ikan asli yang ada di Danau Toba. Kapal ini mampu mengangkut 280 orang penumpang, 35 hingga 40 unit mobil pribadi atau sekitar 22 unit kendaraan jenis campuran.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan pihaknya mengharapkan hadirnya layanan kapal ferry yang memenuhi aspek keselamatan di daerah Danau Toba sudah menjadi prioritas yang harus diperhatikan oleh masyarakat, operator, maupun pemerintah daerah.

“Masuk kapal langsung catat manifest dan pakai life jacket. Marilah kita bersama menciptakan sistem keselamatan pelayaran yang baik karena tahun depan ditargetkan satu juta wisatawan akan datang ke Danau Toba,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *