Penanganan Korupsi Dinilai Mangkrak, Kejari Sibolga di Demo

MEDANHEADLINES.COM – Puluhan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Penegakkan Hukum (AMPUH) menggelar aksi unjukrasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Selasa, (18/12/2018).

Unjuk rasa ini mereka lakukan karena menilai banyaknya laporan kasus korupsi yang tak kunjung diselesaikan oleh Kejari

“Banyak sudah laporan dugaan korupsi yang kami sampaikan, tapi kenapa tidak jalan. Kajari Sibolga jangan PHP. Kami meminta agar kasus-kasus yang selama ini sudah dilaporkan, segera diproses dan ditindak,” Ungkap Daulay yang menjadi Orator aksi

Dalam aksi ini, para demonstran juga membawa selebaran kertas yang bertuliskan tuntutan mereka yang meminta agar Kejari Sibolga, Timbul Pasaribu dicopot dari jabatannya.

“Kepada Kejaksaan Agung agar mencopot kejari Sibolga,” teriak Daulay.

Menanggapi aksi unjuk rasa ini,  Kejari Sibolga Timbul Pasaribu datang menghampiri para pendemo untuk menjawab tuntutan mereka.

“Saya tidak memberikan harapan palsu. Semua kasus laporan LSM sedang diproses, dan kami juga sudah melakukan penangkapan kepada tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Semua punya proses. Dalam mengungkap kasus ada prosedur, tidak secara langsung setelah dilaporkan bisa jadi tersangka,” katanya

Timbul juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pendemo yang telah mengingatkannya.

Menurutnya, sepanjang dia menduduki jabatan di Kejaksaan Negeri Sibolga, pihaknya lebih mengutamakan pencegahan dibandingkan penindakan.

“Selama ini kita telah melakukan upaya-upaya pencegahan kepada para pemangku jabatan yang terindikasi melakukan tindak pidana Korupsi, termasuk para kepala Desa. Jika memang ada kerugian Negara sesuai hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) maupun Inspektorat, kita minta agar segera dikembalikan total kerugian Negara,” ungkapnya.

Diterangkannya, dengan jumlah personil hanya 9 orang, Timbul Pasaribu bersama tim Kejaksaan Negeri Sibolga tetap komitmen untuk menindak segala pelaku Korupsi, atau pelaku kejahatan lainnya.

Dia juga mengaku, bahwa aksi demo yang dilakukan LSM dan Mahasiswa merupakan sarana dalam menyampaikan aspirasi untuk mempercepat proses penindakan hukum.

“Jabatan ini amanah, kalau Tuhan inginkan, kapan saja, saya bisa dicopot dari tempat ini, bukan karena saudara demo. Bukan cuman disini saja, di Kejati, KPK dan dimana saja, setiap saat demo,” pungkasnya. (hen)

Please follow and like us:
error0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *