MEDANHEADLINES.COM, Dairi – Dalam suasana penyelenggaraan Festival Danau Toba 2018, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi mengutarakan daerahnya membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat untuk ikut mempercepat pengembangan kawasan wisata Danau Toba.
Menurut Sebastianus Tinambunan, Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, daerah induk Kabupaten Pakpak Bharat tersebut memiliki kawasan wisata andalan, yakni kecamatan Silahisabungan, atau sering disebut daerah Silalahi. Di daerah ini terdapat beberapa lokasi pantai danau yang indah, seperti Paropo, Situngkir dan Tao Silalahi.
Namun sejauh ini Pemkab Dairi masih kesulitan mengembangkannya karena terbentur anggaran, khususnya pembangunan infrastruktur. Pengembangan pariwisata di daerah Silalahi juga dinilainya masih lamban karena minimnya promosi.
“Pengembangannya Silalahi ini agak tertinggal dibanding daerah lain,” ujar dia, saat penutupan Festival Danau Toba (FDT) 2018 di Lapangan Desa Silalahi II.
Selama ini sudah banyak bantuan Pusat untuk pembangunan infrastruktur bagi kabupaten-kabupaten yang berada di kawasan Danau Toba. Namun selama ini daerahnya tidak pernah mendapatkan, padahal Dairi memiliki kawasan wisata Danau Toba yang tak kalah menarik dari daerah lain.
“Ada program penataan kawasan Danau Toba dari PUPR. Anehnya, Dairi enggak dapat, Pakpak Bharat dapat. Kita senang karena dia (Pakpak Bharat) adik kita. Tapi kalau Pakpak Bharat dapat, Dairi pun (seharusnya) ya dapat lah,” terangnya.
Dia mengatakan, Dairi sangat layak mendapatkan dukungan bantuan dari Pusat karena memiliki kawasan wisata Silalahi dengan paparan danau terluas, terdalam dan terindah. Bukan itu saja, masyarakat Silalahi juga dipastikannya berperilaku baik dan taat aturan.
Contohnya ketika pada Desember 2017 lalu Pemerintah Pusat meminta daerah-daerah di kawasan Danau Toba untuk meniadakan keramba-keramba ikan di danau. Dalam waktu tidak terlalu lama, masyarakat dengan kerelaannya menghentikan aktivitas budidaya ikan di keramba .
“Ini menjadi PR kita, kenapa Dairi enggak dapat (bantuan). Pakpak Bharat dapat sekitar Rp11 miliar,” ujarnya.
Sebastianus Tinambunan secara resmi telah menutup Festival Danau Toba 2018 pada Sabtu malam. Festival Danau Toba merupakan kegiatan pertunjukan budaya, pariwisata dan olahraga.
Cikal bakal dari event ini adalah Pesta Danau Toba (PDT) yang telah sudah digelar sejak 1980. Mulai 2013, PDT berubah nama menjadi Festival Danau Toba (FDT). Sejak sat itulah lokasi kegiatan FDT dilakukan di 7 kabupaten yang memiliki wilayah di kawasan Danau Toba, secara bergantian.
Ketujuhnya adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo dan Kabupaten Samosir. Pada tahun ini, Kabupaten Dairi bertindak sebagai tuan rumah dan telah dilaksanakan pada 5-8 Desember di Kecamatan Silahisabungan. (raj)












