5 Emiten Sumut Berbasis Efek Syariah Ikut Aturan OJK

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) khususnya kota Medan adalah sebagai kota yang sudah berkembang. Salah satunya perusahaan emiten yang berbasis syariah juga sudah berkembang.

 

Apalagi sudah 5 emiten di Sumut yang masuk efek syariah dan telah ikut peraturan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Sumut, Pintor Nasution mengatakan dari 5 emiten yang masuk efek syariah yaitu, PT Mahkota Group Tbk (MGRO). PT Mark Dynamics Indonesia (MARK). Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI).PT Royal Prima Tbk (PRIM) dan PT Atmindo (AMIN).

“Ada 2 perusahaan yang tidak masuk dalam efek syariah, yaitu PT Bank Mestika dan PT Indorayon (INRU),” katanya, Selasa (4/12/2018).

Dikatakannya, untuk Bank Mestika tidak masuk efek syariah karena bank ini adalah bank konvensional, di mana ada riba di dalam pengelolaannya, sehingga tidak sesuai dengan prinsip syariah.

“Yang kedua yaitu PT Indorayon (INRU) tidak masuk juga ke efek syariah karena rasio hutang lebih besar dari asetnya,” ujarnya.

Dikatakannya, peraturan yang diterapkan OJK bukanlah peraturan baru sebenarnya. Di mana peraturan ini rutin yang tiap 6 bulan sekali dikeluarkan pihak OJK.

“Jadi OJK-DSN MUI-IDX melist emiten emiten yang sesuai prinsip syariah, dan emiten juga tidak merasa diberatkan, justru adanya daftar ini menjadi nilai tambah untuk investor bisa lebih memilih saham-saham yang sesuai prinsip syariah.

“Walau sebenarnya pasar modal yang konvensional atau syariah pasarnya tidak berbeda, cuma sistem membelinya saja nanti yang dibedakan di sistem Sekuritas,” pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *