Beberapa anggota PPK dan PPS yang komplain ke pihak BRI. (ist)
MEDANHEADLINES.COM – Ratusan nasabah BRI yang tergabung dalam Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) protes karena Saldo uang yang tertera dalam rekening tabungan mereka hilang dengan jumlah yang bervariasi dari Kisaran Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah.
Kejadian ini bermula saat pihak BRI Cabang Sibolga mentrasfer honor PPK dan PPS untuk bulan September 2018. Saat honor ditransfer, nominal yang terkirim tidak sesuai dengan pagu gaji yang sebenarnya. Akibat kesalahan tersebut, sejumlah honor yg sudah dibayarkan di tarik kembali oleh pihak BRI. Tapi sayangnya saldo tabungan turut tersedot.
“Tabungan saya tersedot sampai Rp 850 ribu,” ujar Masdelima Manik (28), anggota PPK Kecamatan Sibabangun, Jum’at (26/10).
Dengan kondisi ini timpal Masdelima, ratusan anggota PPK dam PPS merasa tidak lagi nyaman dalam bertransfer dengan pihak BRI. Jikapun terjadi kesalahan dalam pengiriman honor sambungnya, seharusnya pihak BRI hanya menarik kembali jumlah nominal uang yang ditransfer, bukannya malah mengambil sebahagian uang nasabah.
Padahal dengan sistim pengagajian melalui transfer rekening ini, setiap. anggota PPK dan PPS dikenakan biaya Rp 2.500.
“Kok tabungan kita malah diambil. Apa-apaan ini,” kesalnya.
Masdelima meminta agar pihak KPU Kabupaten Tapanuli Tengah mengkaji ulang kebijakan kerjasama dengan pihak BRI dalam pembayaran honor petugas pelaksana pemilihan umum 2019.
“Jika begini, lebih baik KPU langsung yang membayarkannya ke sekretariat PPK dan PPS,” tukasnya
Sementara itu, salah seorang pegawai BRI Unit Sibabangun yang di konfirmasi menyebutkan, bahwa terjadinya kesalahan pengiriman dan penarikan kembali dana yang telah ditransfer diakibatkan kesahan sistim yang terjadi.
Walau telah terjadi penyedotan saldo tabungan, ia berdalih semuanya hanya karena kesalahan sistim
“Ada kesahalan sistim, saat ini sedang diperbaiki,” jawabnya. (hen)












