Inilah Hasil Penelitian Peternakan Terbaik RI Di 2018

Foto :kambing boerka (ist)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan menilai spesies Kambing Boerka merupakan hasil penelitian peternakan terbaik yang dihasilkan pada tahun ini.

Atien Priyanti, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Balitbang Pertanian, Kementan, mengungkapkan, pihaknya telah menyelesaikan riset peternakan yang menghasilkan Kambing Boerka.

“Kambing Boerka adalah hasil penelitian terhebat kita tahun ini,” ungkapnya seusai membuka Seminar Internasional Teknologi Peternakan dan Veteriner yang di Kualanamu, Deliserdang, Sumatra Utara, Selasa (16/10).

Dia katakan, Kambing Boerka merupakan salah satu masa depan peternakan Indonesia. Spesies yang sebenarnya mulai diteliti sejak 1991 ini dihasilkan dari persilangan dan seleksi antara Kambing Boer dan Kambing Kacang. Meskipun spesies kambing ini baru akan dirilis pada akhir tahun, tetapi Boerka sudah disebar ke beberapa daerah untuk dikembang biakkan.

Berdasarkan data Puslitbang, indukan dan straw Kambing Boerka sudah disebar ke sembilan provinsi dengan jumlah total 108 ekor dan 410 straw. Yakni Aceh (30), Sumut (40), Sumbar (14), Riau (5), Jatim (6), Kalbar (5) dan Kaltim (8), sedangkan untuk straw disebar ke Sultra (210) dan Sulut (200).

Boerka merupakan hasil penelitian peternakan yang pertama kali dilakukan pada hewan jenis kambing, di Indonesia. Kambing spesies ini bisa melahirkan hingga tiga kali dalam dua tahun sehingga ke depan diyakininya dapat menjadi substitusi dari daging sapi dan komoditas ekspor yang menjanjikan.

Dengan adanya Boerka dia optimistis Kementan mampu mencapai target ekspor kambing sebanyak 5.000 ekor per bulan pada tahun depan. Sejauh ini Indonesia baru mampu memenuhi permintaan ekspor sebanyak 2.000 ekor per bulan.

Baca Juga : Teknologi Peternakan RI Diminati Peneliti Asing

“Pada akhir tahun akan ada surat keputusan dari pak Menteri bahwa ini (Kambing Boerka) menjadi rumpun baru kita,” kata Atien.

Setelah dirilis kementerian, lanjut dia, barulah spesies kambing ini akan disebarkan secara luas di Tanah Air. Selain itu, akan dibangun juga wilayah-wilayah sentra budidaya Kambing Boerka dengan model klaster.

Sumatra Utara dinilainya menjadi salah satu wilayah yang sangat cocok untuk pengembang biakan Boerka. Terlebih, Sumut juga didukung oleh adanya pelabuhan yang memadai untuk aktivitas ekspor, yakni Pelabuhan Belawan.

Chairman of Organizing Committee Seminar Internasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Ismeth Inounu menambahkan, riset Kambing Boerka menjadi salah satu topik yang akan dibahas dalam seminar.

Bukan hanya dibahas, para pembicara dan peserta juga akan diajak mengunjungi kawasan pengembang biakan Kambing Boerka di Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih, Deliserdang, Sumut, pada 18 Oktober 2018.

“Kambing Boerka ini merupakan kambing pedaging unggul yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap iklim dan lingkungan,” ungkapnya.

Selan itu, lanjut dia, Boerka juga bisa berbobot 35 kg hanya dalam usia 1 tahun. Kambing spesies ini juga memiliki angka jumlah anak sekelahiran sebanyak 1,6 hingga 1,7 ekor per induk. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.