KRI Kurau 856
MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Setelah diresmikan pada bulan Juli tahun lalu, kapal KRI Kurau 856 arsenal alutsista TNI AL siap untuk mengamankan pantai Barat dari tindakan kejahatan di laut.
Hal ini diungkapkan Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Laut Fajar Priyanto kepada awak media beberapa waktu yang lalu
Dikatakannya, kedatangan Kapal Patroli KRI KURAU 856 ke wilayah perairan pantai Barat ini, menjadi jawaban keresahan masyarakat yang selama ini atas tindakan kejahatan di laut.
“Selama bertugas di wilayah pantai barat, kita sudah berhasil melakukan penangkapan terhadap beberapa kapal yang melakukan pukat trawl,” ungkapnya saat coffe morning dengan awak media di kapal Patroli KRI KURAU 856.
Lanjut Danlanal, kondisi ditengah laut itu, tidaklah sama dengan kondisi di darat. Apalagi dalam hal penanganan Illegal Logging yang katanya kerap terjadi melalui laut.
Sementara, Mayor Laut (P) Laut, Avissema Herlambang komandan Kapal patroli KRI KURAU mengaku, kedatangan mereka kewilayah perairan pantai Barat sesuai dengan perintah dari panglima Armada untuk melakukan patroli di wilayah Sibolga-Tapteng karena diduga pukat trawl banyak beroperasi.
Avissema pun mengatakan, hingga saat ini kondisi pantai barat sudah mereka kuasai, diantaranya pulau dan daerah yang rawan terjadinya Illegal Logging dan Illegal fising sudah mereka pantau.
Dia pun menambahkan, dengan didatangkannya KRI Kurau 856 yang memiliki mesin utama 3 x 1800 Hp dengan putaran mesin 2300 rpm, serta kecepatan maksimum mencapai 24 knots ini, pihaknya yakin mampu mengamankan kejahatan illegal di laut pantai Barat.
Kapal KRI Kurau 856 ini memiliki kecepatan jelajah sampai 18 knots dengan daya jangkau 1632 nautical mile (setara 3.022 km). Kapal ini juga berbobot kurang lebih 200 ton, mampu memuat kapasitas bahan bakar hingga 70.000 liter. Dari segi dimensi, KRI Kurau 856 memiliki panjang (Loa) 44,95 meter, lebar 7,90 meter dan tinggi tengah kapal 4,25 meter.
“Kita sudah tau beberapa titik yang akan kita target sebagai operasi. Kita tidak ada pilih kasih, semua yang melanggar akan kita tindak. jika ada informasi tentang pelanggaran di laut, maka kita siap terjun,” pungkasnya. (hen)












