Anaknya Dicabuli, Ayah Korban Bawa Pelaku ke Polisi

Pelaku Pencabulan Saat berada di Polsek Percut Seituan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tidak terima anaknya telah dicabuli oleh Musasaroha Gultom alias Musa (33). Orang tua korban, Hisar Alfian Tambunan (46) mendatangi pelaku di Jalan Taduan, Medan Tembung dan langsung memboyongnya ke Polsek Percut Seituan, guna diproses secara hukum, Selasa (2/10) petang.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K., mengatakan, terungkapnya kasus pencabulan ini berawal dari adanya laporan saksi Loli kepada Hisar Alfian Tambunan, selaku orang tua korban. Saksi menelpon orang tua korban dan mengatakan bahwa anaknya Berada di hotel bersama seorang lelaki. Mendapat kabar itu, orang tua korban bergegas ke lokasi yang disampaikan.

Di lokasi, orang tua korban bertemu dengan pelaku. Disitu, orang tua korban langsung bertanya ke pelaku, apakah pelaku sudah berbuat mesum dengan anaknya. Dan pelaku menjawab sudah, pelaku juga mengakui perbuatannya itu dilakukan sebanyak 1 kali di Hotel Nus Iin, di Jalan Aksara, Medan Tembung. Tak terima, orang tua korban kemudian membawa pelaku ke Polsek Percut Seituan, untuk diproses secara hukum dan sekaligus membuat laporan pengaduan.

” Korbannya berinisial EAT (15) warga Jalan Perjuangan Gang Perkauman, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan. Laporan orang tua korban sudah kita terima dan tertuang dalam LP/ 1982 /K/X/2018/ SPKT PERCUT, tanggal 02 Oktober 2018,” kata Kompol Faidil kepada wartawan, Kamis (4/10) malam.

Sambungnya, ketika di interogasi personel, pelaku mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook, pada Senin (1/10) lalu. Setelah itu, pelaku menemui korban di pajak sambu dan mengajak korban ke Center Point. Disitu, pelaku membelikan baju untuk korban.

“pada hari Selasa (2/10), pelaku kembali bertemu korban di Medan Mall, dari situ pelaku membawa korban ke Hotel Nusa Iin, dan di hotel itulah pelaku melakukan hubungan badan dengan korban. Atas perbuatannya pelaku melanggar pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara,”terang Faidil. (Fad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *