Medan  

Warga Sudah 6 Kali Foto KTP Tak Kunjung Selesai Hingga 6 Tahun, Anehnya Diminta Uang Rp 150 Ribu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Masyarakat keluhkan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kecamatan Medan Perjuangan. Selain merasa dipersulit, warga juga merasa heran pengurusan KTP bisa lama sekali, bahkan sampai 6 tahun tidak kunjung selesai.

“Saya sudah 6 kali foto sejak tahun 2014, namun KTP tidak kunjung selesai juga. Ada apa ini,”ujar seorang warga Medan Perjuangan Hendro Porman Pakpahan didampingi Anggota Komisi D DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak SH saat bertemu Camat Medan Perjuangan, Pahri Matondang.

“Anehnya, kenapa kalau ada uang Rp 150 ribu, urusan KTP bisa lancar. Itu warga bilang ada yang minta,” ujar Paul kesal seraya menyebutkan, banyak warga yang datang kepadanya mengadukan adanya kutipan dana sebesar itu untuk urusan KTP kalau mau cepat.

Hal itu langsung dibantah camat seraya meminta agar orang yang dikutip itu dipertemukan dengannya. Namun untuk memastikannya, camat mempertanyakan hal itu kepada Kasi Pemerintahan yang kemudian juga membantah adanya kutipan tersebut.

Ditambahkan Hendro lagi, dirinya merasa dipermainkan aparat kecamatan dengan menyuruhnya ke Dinas Dukcapil sehingga sempat 6 kali foto untuk data namun urusan KTP tidak juga kelar. Bahkan pihak kecamatan memintanya mencari link-nya ke Disdukcapil Medan.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Esra Simatupang yang mengaku sekeluarga mengurus KTP sudah sejak tahun 2012, namun hingga kini tak kunjung selesai. Dirinya sudah diberi 4 kali resi, namun karena malas mengurusnya lagi akhirnya dibiarkannya saja dan hingga kini tidak selesai.

“Harusnya pihak kecamatan bisa memberi solusi dan tidak memperlambat urusan warga untuk pengurusan apapun,” ungkap Esra.

Sementara itu, Eko Sirait yang juga merupakan warga Medan Perjuangan mengaku kehilangan KTP tahun 2016. Sudah diurus saat itu, namun tidak juga ada terbit KTP baru. Bahkan Eko mengaku kesal “dibola-bola” pihak kecamatan.

Ia mengaku disuruh ke Disdukcapil, kembali ke kantor camat dan hal itu berulang-ulang hingga 4 kali. Disebutkannya, sampai sekarang hanya ada resi. Bahkan Sirait mengaku sempat ribut dengan pegawai kecamatan karena urusan KTP ini.

Menanggapi itu, Paul yang hadir dalam pertemuan itu meminta pertanggungjawaban pihak kecamatan terhadap keluhan masyarakat tersebut.

“Harusnya sesuai aturan, pengurusan KTP hanya 14 hari, namun kenapa sampai 6 tahun tidak selesai, belum lagi warga merasa “dibola-bola” dalam pengurusannya. Janganlah dipersulit urusan masyarakat, terutama pengurusan KTP,” ujar Politisi PDIP itu lagi seraya menyebutkan bagaimana bisa mencapai pelayanan prima kepada masyarakat, kalau urusan KTP saja dipersulit.

Menanggapi itu, Camat Pahri Matondang memerintahkan anggotanya untuk mengecek kebenaran pengaduan masyarakat tersebut. Namun camat menyebutkan, dirinya juga bingung kenapa bisa sampai 6 kali foto namun tidak juga selesai KTP-nya.

Ia menuturkan pihaknya hanya merekam dan mengirimkan datanya ke Jakarta. Dirinya juga merasa aneh kenapa berkas bermasalah, orangnya disuruh kembali ke kantor camat kalau urusan sudah sampai ke Disdukcapil. Sampai saat ini KTP dicetak oleh Disdukcapil. Kecamatan hanya terima berkas dan antar ke dinas.

“Nanti akan saya tanyakan ke dinas, kenapa bisa sampai 6 kali foto tidak terekam,” ujarnya.

Ditambahkan Kasi Pemerintahan Kecamatan, pihaknya tidak ada memainkan data. Setelah perekaman, kemudian diverifikasi dan kemudian KTP dicetak, sebutnya seraya menyatakan pihaknya dalam 2 hari sudah mengirimkan data ke Disdukcapil.

Jelang akhir pembicaraan, barulah Kasi Pemerintahan membawa surat keterangan KTP Hendro dengan foto yang terpampang adalah foto tahun 2014, saat pertama kali perekaman.

Untuk itu, Bendahara F-PDIP DPRD Medan itu meminta keseriusan wali kota dalam menangani KTP dan KK gratis. Jangan karena gratis, lalu warga dipersulit dalam pengurusannya. Pihaknya akan memanggil dinas terkait, pihak kecamatan, lurah dan Kepling terkait masalah ini. Serta, akan mengusulkan diadakan rapat dengar pendapat untuk memastikan persolan ini. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.