Berenang Saat Sungai Meluap, Bocah 10 Tahun Hanyut Terbawa Arus

Korban Tenggelam
foto : Petugas melakukan pencarian jenazah korban di seputaran  lokasi kejadian. 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang Bocah laki-laki bernama Wahyu Setiawan (10) hanyut terbawa derasnya arus Sungai Bengkel Pasar VII, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Seituan, berbatasan dengan Jalan Makmur, Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kab. Deliserdang, Minggu (16/9/2018)

Sampai saat ini, jenazah bocah yang tinggal di Dusun Anggrek, Desa Sambirejo Timur, Percut Seituan, ini masih dilakukan pencarian tim Basarnas, Kab. Deliserdang dan Kepolisian Sektor Percut Sei Tuan.

Kapolsek Percut Seituan, Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K., mengatakan, korban bersama empat orang temannya Arya, Dapin, Fatih, dan Rian, sekira pukul 11.00 Wib, berenang di sungai Bengkel Pasar VII, berbatasan dengan Jalan Makmur, Desa Sena, Kecamatan Batangkuis, Kab. Deliserdang. Setengah jam korban dan empat temannya berenang, warga sekitar Yono (46) sempat melihat dan melarang kelimanya berenang di sungai itu karena air sungai sedang meluap.  Namun kelimanya tidak mengindahkan larangan Yono.

Sekitar pukul 12.30 Wib, Yono mendengar suara minta tolong kemudian Yono berlari mendekat ke sungai. Disitu, dia melihat korban sudah tenggelam dan terbawa derasnya arus sungai. Karena kondisi air sungai meluap dan arusnya sangat deras, korban tidak berhasil diselamatkan. Yono memberitahukan kejadian itu ke warga sekitar dan diteruskan ke pihak Kepolisian Sektor Percut Seituan.

Dari pukul 13.00 sampai pukul 18.00 Wib, personel Polsek Percut Seituan bersama tim Basarnas masih melakukan penyisiran di seputaran lokasi kejadian. Akan tetapi, korban yang merupakan anak dari Surisman (37) warga Jalan Makmur, Dusun IV Anggrek XIV Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Seituan, belum juga ditemukan.

” Mendapat informasi, sekira pukul 12.30 Wib, personel bersama tim Basarnas  turun ke lokasi kejadian guna mencari korban. Dan sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan,”kata Kompol Faidil kepada wartawan.

Ditambahkannya, pencarian jenazah korban terkendala karena air sungai meluap jauh dari biasanya dan Arus  deras serta airnya juga keruh. Pun begitu pencarian terhadap jenazah korban akan dilanjutkan besok oleh tim Basarnas dan kepolisian.

“Hasil interogasi dari teman-teman korban yang ikut berenang. Korban ini tidak pandai berenang sehingga tak dapat menyelamatkan diri ketika arus tiba-tiba deras. Pencarian akan dilanjutkan besok oleh tim Basarnas Deliserdang bersama kepolisian,” ungkap Faidil. (Fad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.