MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ratusan nelayan tradisional yang bergabung dalam Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut) memerotes masih marak beroperasinya pukat trawl.
Sekitar pukul 11.00 WIB, mereka tiba di Mapolda Sumut dengan menumpangi beberapa bus dan angkutan umum. Para nelayan datang dari Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai, Langkat, Asahan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai.
Setibanya di Mapolda, mereka langsung berkumpul di halaman utama Mapolda sambil membentangkan spanduk dan poster-poster berisi tuntutan-tuntutan, dilanjutkan dengan orasi. Mereka ingin menemui Kapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto untuk memerotes masih maraknya praktik illegal fishing dan meminta ketegasan Polri melakukan penindakan.
Tidak lebih dari 30 menit kemudian, Kapolda Sumut yang baru menjabat sekitar seminggu itu menemui pada pendemo dan melakukan dialog. Ketua ANSU Sutrisno menuturkan, mereka meminta Polri untuk mendukung nelayan tradisional dalam menegakkan Permen KP Nomor 71/2016, terkait dengan larangan alat tangkap ikan yang merusak lingkungan.
“Bukan hanya merusak lingkungan dan menggerus tangkapan nelayan tradisional, kapal-kapal pukat trawl juga banyak yang menabrak perahu-perahun nelayan,” ujarnya di sela-sela aksi, Senin (27/8).
Ini merupakan aksi yang kedua dan aksi yang terdahulu DPRD Sumut sudah berjanji akan menerbitkan peraturan daerah (Perda) sebagai implementasi dari Permen KP Nomor 71. Karena itu, selain ke Mapolda, mereka juga akan mendatangi DPRD Sumut guna mempertanyakan sejauh mana proses penyusunan Perda larang pukat trawl.
Menurut dia, seharusnya Pemerintah, termasuk Polri, memberikan dukungan yang kuat kepada nelayan tradisional dalam merealisasikan Poros Maritim yang menjadi salah satu visi Presiden Joko Widido. Dukungan itu, paling tidak, dengan menegakkan Permen KP Nomor 71 yang diterbitkan Menteri Susi Pudjiastuti.
“Kami meminta kepada Kapolda yang baru untuk bersama-sama nelayan, memberantas illegal fishing. Kami melihat dalam penghapusan pukat trawl, ada mafia-mafia yang bermain. Kami minta mafia-mafia ini dibersihkan,” paparnya.(cep)











