MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sebanyak 8 titik panas (hotspot) yang tersebar disejumlah wilayah di Sumatera Utara, terdeteksi oleh Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan , Senin (13/8/2018).
“Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua, peta sebaran titik panas di Provinsi Sumut saat ini ada terdapat di 8 titik,” ungkap Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan.
Dikatakan Edison, Dari pantauan kedelapan titik panas tersebut, memiliki tingkat kepercayaan diatas 50%.
” Masing-masing satu titik berada di Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo, satu titik di Kecamatan Panei Hilir Kabupaten Labuhanbatu, satu titik di Kecamatan Batang Lubu Sutam Kabupaten Padang Lawas, serta satu titik di Kecamatan Borbor Kabupaten Toba Samosir,” Ungkapnya.
Baca Juga : Pasar Petisah Terbakar
Sedangkan untuk di Kabupaten Padang Lawas Utara, terdapat tiga titik, masing-masing satu titik di Kecamatan Dolok, dan dua titik di Kecamatan Dolok Sigompon.
“Untuk Tiga Panah tingkat kepercayaannya 72%, Panei Hilir 51%, Batang Lubu Sutam 65%, dan Borbor 69%. Sedangkan untuk di Dolok 85%, kemudian Dolok Sigampon masing-masing 77, 82, dan 100%,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP pada tanggal 12 Agustus 2018 peta sebaran titik panas di Indonesia terdapat sebanyak 481 titik panas. Jumlah terbesar kata dia terdapat di Pulau Kalimantan.
Untuk di Pulau Sumatera, terdapat sebanyak 35 titik. Untuk tingkat kepercayaan 51-60% ada 7 titik, kepercayaan 61-70% ada 10 titik, kepercayaan 71-80% ada 6 titik dan kepercayaan 81-100% ada 12 titik.
Kemudian di Pulau Kalimantan terdapat sebanyak 438 titik, dengan tingkat kepercayaan 51-60% ada 62 titik, kepercayaan 61-70% ada 120 titik, kepercayaan 71-80% ada 111 titik, dan kepercayaan 81-100% ada 145 titik.
“Di Pulau Jawa hanya 8 titik, yang masing-masing dengan tingkat kepercayaan 51-60% ada 4 titik, kepercayaan 61-70% ada 2 titik, serta kepercayaan 71-80% ada 2 titik panas,” paparnya.
Oleh sebab itu, Edison mengimbau kepada masyarakat, agar segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas terkait jika di daerahnya ada ditemukan titik api.
“Selain itu diharapkan masyarakat agar dapat menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran liar dan membuang puntung rokok secara sembarangan,” pungkasnya. (red)












