Pertamina Siap Akusisi Blok Rokan Riau (ist)
MEDANHEADLINES.COM – Dana Investasi Hingga US$70 miliar atau sekitar Rp1.008 triliun (Kurs Rp 14.413) siap dikucurkan PT Pertamina (Persero) untuk mengelola Wilayah Kerja Minyak dan Gas (WK Migas) Rokan di Riau selama 20 tahun
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menujuk perusahaan pelat merah itu untuk mengelola Blok Rokan usai kontrak bagi hasil produksi dengan PT Chevron Pacific Indonesia habis pada 2021 mendatang.
“Investasi itu baru belanja modal saja belum termasuk belanja operasional,” ujar Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam
Dikatakannya, Jika program Teknik Pengurasan Minyak kimia (EOR chemical) yang saat ini telah diinisiasi oleh Chevron berhasil,maka besaran investasi yang dikucurkan perseroan diperkirakan akan lebih besar.
Syamsu juga mengungkapkan perseroan telah menyusun program kerja berdasarkan data yang telah diakses. Fokus utama perusahaan adalah menahan tren penurunan produksi mengingat Rokan merupakan lapangan migas tua.
Menurutnya masih ada peluang untuk mengoptimalkan beberapa lapangan dengan metode produksi alamiah dengan tekanan reservoir yang ada menggunakan pompa (primary recovery) maupun pendorongan air atau pendorongan gas (secondary recovery)
“Tentu kami akan melanjutkan program awal untuk EOR chemical,” ujarnya.
Perseroan juga akan mengembangkan lapangan yang selama ini belum menjadi fokus pengembangan Chevron selaku kontraktor eksisting, termasuk upaya eksplorasi.
“Jika itu semua bisa berjalan dengan baik mudah-mudahan kami bisa menahan penurunan produksi sehingga produksinya nanti dari 2021 ke depan itu tidak turun banyak. Mudah-mudahan kami bisa pertahankan (produksi) atau bahkan kami tingkatkan terutama apabila program EOR Chemical berjalan dengan baik,” ujarnya.
Terkait dengan turunnya investasi, Pertamina akan berkoordinasi dengan Chevron melalui kesepakatan. Pasalnya, perseroan tidak bisa memutuskan sepihak karena saat ini hak pengelolaan masih berada di tangan Chevron sampai 2021.
“Kalau memang kami bisa melakukan investasi lebih awal. Pastinya akan lebih bagus,” ujarnya.
Kementerian ESDM memperkirakan cadangan terbukti rokan mencapai 500 juta barel setara minyak hingga 1,5 miliar juta barel setara minyak.
Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), pada semester I 2018, rata-rata produksi minyak Blok Rokan mencapai 207.148 barel per hari (bph) atau 97 persen dari target 213.551 bph.(red)












