Ricuh Yang Terjadi Usai Laga PSMS Melawan PSM Beberapa Waktu Yang Lalu
MEDANHEADLINES.COM, Medan –Demi Mengantisipasi Kerusuhan Seperti Saat PSMS Berhadapan dengan PSM Beberapa Hari Yang lalu, Panitia penyelenggara pertandingan Akan Memperketat Penjagaan Saat Laga Tim Ayam Kinantan menghadapi Bali United di Laga Lanjutan Pekan ke 18 yang digelar di Stadion Teladan Medan,Sabtu (28/7/2018)
Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja mengungkapkan, Sebanyak 1250 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan juga pengamanan internal telah disiapkan di sekitar kawasan stadion
Jumlah ini bertambah cukup signifikan dibandingkan jumlah petugas pengamanan yang diturunkan di pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Ada sekitar 1250 personel yang diturunkan. Ada penambahan sekitar 250 personel dari Polri dari sebelumnya yang Cuma 750 personel. Sisanya dari TNI, Satpol PP dan yang lain-lain,”sebut Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga
Ia Mengaku, Penambahan personel pengamanan ini diputuskan lewat rapat kordinasi antara Polrestabes Medan, managemen PSMS serta panitia penyelenggara pertandingan yang dilakukan beberapa hari lalu.
” Penambahan pengamanan ditujukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya kericuhan akibat ulah suporter, seperti yang terjadi saat laga antara PSMS Medan dan PSM Makasar awal pekan lalu. Dimana saat itu, sebagai bentuk protes atas kinerja managemen PSMS Medan, salah satu kelompok suporter menghidupkan kembang api dan flare saat laga berlangsung.,” pungkasnya
“Kita sadar seketat apapun kita buat pengamanan, kemungkinan untuk tetap menerobos itu pasti ada. Maka itu kita himbau lah kepada para suporter, jika memang cinta kepada PSMS, mari sama-sama kita dukung PSMS ini. Kita cari solusi bersama,”tambah Pria yang akrab dipanggil King itu
Kordinator Keamanan Panpel Pertandingan PSMS melawan Bali United, Mayor Laut Ridho mengatakan, untuk menjaga keamanan pada saat laga berlangsung, selain penambahan personel mereka juga sudah menyiapkan sejumlah mekanisme dan pola pengamanan baru.
Meski begitu mekanisme dan pola baru itu tetap akan mengutamakan kekeluargaan kepada suporter.
“Kita tetap akan memberikan pengamanan. Tidak akan mengedepankan kekerasan. Kita mau semua aman dan nyaman. Bagimana semua orang yang datang, bisa nyaman untuk menikmati pertandingan, bukan kerusuhan,”tegasnya.
Namun bagi para suporter yang tetap merusuh atau merusak fasilitas di stadion teladan dan sekitarnya, atau mengganggu ketertiban di sekitar lokasi stadion, maka mereka bersama Kepolisian sudah berkomitmen untuk melakukan penindakan.
“Kalau kemarin kan dalam tahap pencegahan, besok kalau ada seperti itu lagi (rusuh dan pengrusakan) maka sudah langsung akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jadi kita minta kepada kelompok suporter agar kooperatif. Managemen PSMS Medan juga sudah cukup terbuka untuk berdialog. Kita utamakan dialog lah. Kita elegan lah. Untuk apa kita rusuh-rusuh, kalau efek yang paling terasa akibat rusuh itu ke PSMS, bukan ke managemennya,”pungkasnya.












