Mencari Gemericik Ketenangan Lau Mentar Canyon

Lau Mentar Canyon (ist)

Pemandian Alam Lau Mentar Canyon di Deli Serdang (ist)

MEDANHEADLINES.COM – Bagi orang-orang yang hidup dikawasan metropolitan, ketenangan bisa menjadi barang langka yang sulit untuk didapat. Kebisingan dan kesemrautan justru menjadi santapan yang harus dinikmati setiap harinya dalam menjalankan rutinitas. Hal senada yang juga dirasakan masyarakat yang tinggal di Kota Medan, Sumatera Utara. Karenanya, tidak sedikit masyarakat mencari ketenangannya saat waktu liburan tiba

Salah satu destinasi yang bisa menjadi tujuan yaitu Air Terjun Lau Mentar. Air terjun dan aliran sungai berwarna biru menghiasi kawasan wisata alam yang terletak di Desa Liang Pematang (Rumah Liang), Kecamatan STM Hulu, Deli Serdang ini. Meski tidak setenar Air Terjun Dwi Warna Sibolangit atau Air Terjun Sipiso-Piso, namun keindahan yang dijanjikan tidak kalah dibandingkan dua tempat tersebut. Bahkan dibeberapa spot sungai, terdapat pula deretan bebatuan seperti yang dikawasan Grand Canyon, Arizona. Ditambah gua yang terdapat dikawasan ini, menyempurnakan perjalanan pengunjung dalam mencari ketenangan dipedalaman Sumatera Utara ini.

Bentangan jarak 63 kilometer dari Kota Medan yang ditempuh dalam waktu tiga jam perjalanan, membuat perjanalan menuju Air Terjun Lau Mentar memang terasa melelahkan. Khususnya dalam jarak 7 kilometer terakhir dari Desa Tanjung Raja menuju Desa Liang Pematang, pengunjung dituntut menerabas jalur berbukit dan penuh bebatuan.

Lalu apakah perjuangan melelahkan tersebut berakhir setelah tiba di Desa Liang Pematang ? Jawabannya tentu saja belum. Karena pengunjung harus berjalan kaki lagi untuk mencapai kawasan yang dituju.

“Dari sini kita akan berjalan kaki lagi. Kalau lamanya perjalanan, tergantung keinginan Bang. Karena ada beberapa pilihan yang bisa dijalani”, ujar Rudof Tarigan, salah satu warga setempat yang juga berprofesi sebagai penunjuk jalan kepada MEDANHEADLINES beberapa waktu yang lalu.

Suasana Alam di Lau Mentar

Rudof menjelaskan jika terdapat tiga paket perjalanan wisata yang dapat dipilih pengunjung. Paket pertama, berjarak 20 menit perjalanan. Kedua, berjarak satu setengah jam perjalanan dan terakhir perjalanan selama tiga hingga empat jam perjalanan.

Khusus paket terakhir, merupakan gabungan tempat yang juga akan dilewati jika memlih paket pertama dan kedua. Jalur yang dilalui pun tidak sama dengan dua paket lainnya. Sebab jika paket pertama dan kedua akan langsung menuju kawasan air terjun, maka paket ketiga akan melewati jalur sebaliknya untuk menuju kawasan gua terlebih dahulu.

MEDANHEADLINES dan tim akhirnya memilih paket terakhir untuk mengitari Lau Mentar.Diawali dengan melewati perkebunan masyarakat selama 45 menit, pengunjung akan menuruni jalan terjal dari perkebunan warga menuju aliran sungai Lau Mentar. Dari sana, tim menyusuri sungai selama 20 menit menuju sebuah gua yang disebut-sebut merupakan jalur gerilya pejuang kemerdekaan dimasanya.

Setelah dibawa ke gua tersebut, tim kembali menyusuri sungai yang telah dilewati sebelumya untuk menuju air terjun. Butuh waktu nyaris 80 menit bagi tim untuk sampai dikawasan yang juga merupakan tujuan perjalanan bagi pengunjung yang memilih paket perjalanan kedua.

Dikawasan ini pula, pengunjung akan disuguhi pemandangan betuan berbaris seperti dikawasan Grand Canyon. “Ini dulu lebih tinggi-tinggi lagi batuannya bang. Cuma mungkin karena terkikis dan jatuh kesungai, jadi tinggal segini. Itu juga makanya disini dibilang-bilangnya Lau Mentar Canyon”, ujar Rudof ditengah-tengah perjalanan.

Keindahan Alam di Lau Metar

Usai menikmati air terjun dan bentang alam “Canyon Lau Metar”, tim melanjutkan perjalanan menuju air terjun dua tingkat sebagai titik terakhir perjalanan dalam “paket komplit” ini. Lagi-lagi bentangan sungai menjadi teman perjalanan selama 60 menit untuk menuju kawasan terakhir ini.

Sayangnya ketika tim sedang menuju lokasi terakhir ini, air sungai berangsur-angsur naik. Sebabnya karena hujan yang terus menyirami kawasan desa semenjak awal perjalanan. Ihwal itu, tim sepakat untuk tidak melanjutkan perjalanan ketitik terakhir demi keamanan. Padahal kawasan ini disebut merupakan tempat terbaik untuk menyegarkan badan setelah melewati perjalanan panjang nan melelahkan.

Meski pada akhirnya tidak dapat menikmati seluruh destinasi yang tersedia, tim tetap menikmati perjalanan mencari ketenangan di Lau Mentar. Keindahan alam yang masih sangat alami disepanjang perjalanan setidaknya bisa menjadi penawar bagi pengunjung yang ingin menepi dari hiruk pikuk dan kebisingan kota.

Perjalanan saat cuaca sedang tidak dimusim hujan lebih disarankan untuk menuju lokasi ini. Sebab selain untuk mendapatkan indahnya kejernihan aliran sungai Lau Mentar, hal ini untuk memudahkan akses pengunjung agar terhindar dari jalanan yang licin dan berlumpur. (ask)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.