Medan  

Buka MICF 2018, Wali Kota : Medan Kota Para Penikmat Kopi

Kadis Perdagangan Syarif Armansyah Lubis Saat Melihat Pameran MICF 2018 Di Hermes Place

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang diwakili oleh Kadis Perdagangan Syarif Armansyah Lubis menyampaikan rasa optimisnya bahwa Kota Medan siap menjadikan kopi sebagai salah satu komoditas penggerak roda masyarakat, baik dalam bisnis berskala kecil maupun menengah.

Optimisme ini tidak terlepas karena menjamurnya kedai kopi di Kota Medan sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu tempat para pecinta kopi untuk mendapatkan berbagai jenis kopi dengan kualitas tinggi yang berasal dari berbagai tempat di Sumut.

“Para penikmat kopi cukup mendatangi Kota Medan, sebab di kota ini telah tersedia kopi jenis robusta maupun arabica yang berasal dari seluruh daerah sentra penghasil kopi di Sumut. Oleh karenanya kita berharap Medan dapat menjadi kota kopi sehingga para penikmat kopi dapat menikmati aneka cita rasa kopi yang memiliki kualitas tinggi,” kata Syarif Armansyah Lubis ketika membuka Medan International Coffe Festival (MICF) Tahun 2018 d Hermes Place Jalan Monginsidi Medan, Jumat (13/7/2018).

Guna mewujudkan hal itu, Armansyah pun mengajak semua bergandengan tangan melestarikan dan mempromosikan keunikan citra rasa kopi khas Sumut ke dunia internasional sehingga semakin populer dan kiat bermartabat. Oleh karenanya Wali Kota sangat mengapresiasi kembali digelarnya MICF, sebab event ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan seluruh kopi asal Sumut.

Di samping itu, dikatakannya, sudah saatnya promosi kopi dilakukan secara masif mulai pintu masuk Kota Medan dari Bandara Kuala Namu sampai seluruh Kota Medan. Dengan demikian para pendatang, terutama wisatawan baik lokal maupun mancanegara sadar dan mengerti bahwa Sumut, khususnya Kota Medan bukan hanya terkenal akan kelezatan kuliner maupun buah durian, tetapi juga sebagai tempat para pecinta kopi karena menyajikan berbagai jenis kopi berkualitas tinggi.

“Kepedulian kita akan menentukan tingkat kesejahteraan para petani kopi demi menjamin tersedianya stok kopi berkualitas tinggi pada masa mendatang, terutama di Kota Medan,” ujar Armansyah yang menyampaikan harapan tertulis Wali kota.

Sementara itu, Aziza Fazira selaku Ketua Panitia MICF 2018, even yang digelar ini merupakan edisi kelima sejak kali pertama digelar tahun 2014. Untuk tahun ini, pihaknya menampilkan 40 stand yang siap menyajikaan dan menyuguhkan aneka kopi berkualitas tinggi dari seluruh penjuru Sumut.

“Melalui MICF, kita ingin menggalakan kopi Indonesia untuk dicintaidi negerinya sendiri. Sebab, kopi kita yang berkualitas tinggi ini nhanya dinikmati para epcinta kopi dari luar negeri, sedangkan, pecinta kpi di Tanah Air, terutama anak-anak muda sangat kurang. Untuk itu dalam MICF 2018, kita sengaja mengusung tema, “ Kopi Kita Milik Siapa?”,” Jelas Fazira.

Kondisi itulah, terang Fazira, membuat anak muda saat ini kurang meneganl yang namanya kopi lintong, kopi mandailing maupun kopi sidikalang. Padahal kopi dengan kualitas tinggi ini sumbernya dari Kota Medan, sebab Kota Medan merupakan pintu gerbang masuknya kopi seluruh daerah sentra penghasil kopi di sumut.

Atas dasar itulah dalam pembukaan MICF 2018, Fazira mengatakan, mereka ingin memberikan 10.000 tanda tangan untuk disampaikan ke pusat sehingga menjadi pekerjaan rumah nasional agar kopi dicinta seluruh anak negeri baik itu petani kopi, mahasiswa, pemuda, pengusaha, pelaku industri kopi.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.