Bembeng, Pria Cabul yang Larikan Diri Usai Perkosa Anak Tiri

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sungguh nahas di alami Bunga, (nama disamarkan) remaja yang baru beranjak kelas VII Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) , harus kehilangan masa depannya, akibat ulah bejat dan nafsu pria hidung belang yang tidak lain ayah tiri korban.

Diketahui, korban harus melayani nafsu pria hidung belang bernama Bambang Erwanto alias Bembeng warga Bajak V Kelurahan Harjosari II sejak bunga duduk di kelas III Sekolah Dasar (SD).

Informasi yang dihimpun wartawan dari keterangan ibu korban RosmaLia Dewi, Kamis (28/6/2016) ketika usai melaporkan ulah bejat suaminya tersebut ke Polisi Resort Kota Medan.

“Kejadian itu terungkap pada saat lebaran kelima, Selasa (19/6/2018) pelaku ketangkap basah sama saya, saat pelaku sedang melakukan aksi bejatnya di dapur”ujar Rosmalia Dewi warga jalan Bajak V kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas Kota Medan .

Diceritakan Dewi sapaan akrabnya, Siang itu bunga sedang duduk bersama ibu dan neneknya di halaman belakang rumah. Si pelaku pulang dan meminta bunga untuk mengambilkannya makan.

Sebagai anak yang bertema baik, Bunga pun langsung bergegas ke dapur mengambilkan makan untuk pria bejat tersebut.

“Tak berapa lama, si Pelaku juga mengikuti bunga ke dapur. Alhasil, bukannya ingin makan malah ia memperkosa bunga di dapur rumahnya.”jelas ibu korban dengan murung.

Melihat kejadian tersebut, lanjut Dewi menceritakan, langsung memukul si pelaku dan si pelaku langsung melarikan diri.

Senada dengan pernyataan tersebut, Asril Siregar SH tokoh pemuda masyarakat setempat langsung mendampingi ibu dan korban membuat laporan pengaduan.

“Saya melihatnya, masih ada manusia bejat gelap mata terhadap seorang anak yatim seperti bunga.”Kata Asril Siregar.

Dikatakan Asril, adapun kejadian ini sudah dilaporkan dengan Laporan Pengaduan Nomor : LP/1292/VI/SPKT/2018/RESTA Medan dan nomor : STBL/1292/K/VI/2018/SPKT RESTA Medan.

“Ibu korban yang bingung dan tidak punya biaya datang ke rumah. Alhamdulillah, di saat kita punya keterbatasan materi Allah memberikan kesempatan kita berbuat baik sesama mahlukNYA dengan yang kita buat,”jelas Asril Siregar yang memastikan akan terus mendapampingi ibu dan korban sebagai kuasa hukum.

Asril juga menjelaskan, ulah bejat pelaku membuat korban begitu traumatis. Sehingga korban saat ini begitu menderita secara psikis dan fisik.

Apalagi, menurut keterangan korban pernah lagi ngaji dimasjid disuruh pulang sama bapak tirinya, di tengah jalan diperkosa.

“Korban tidak berani mengadu. Karena diancam mamaknya akan dibunuh. Saat ini pelaku melarikan diri. Harapannya pihak kepolisian dapat menangkap pelaku” pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.