MEDANHEADLINES.COM, Medan – Diduga defresi akibat putus cinta dan mengalami penyakit dalam yang tak kunjung sembuh. Seorang buruh bangunan bernama Pariono (30), nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kosong rumahnya di Jalan Citra Indah Dusun 10, Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (19/6/2018) sekira pukul 14.30 Wib.
Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K., mengatakan, siang sebelum kejadian, ibu kandung korban bernama Seniwati, berada di teras rumah sedang menerima tamu yang datang ke rumahnya.
Di saat yang bersamaan, Seniwati masih sempat melihat korban menuju kamar mandi. Sehabis dari kamar mandi, korban masih terlihat oleh ibunya makan di ruang dapur.
Kecurigaan ibu korban muncul, karena sudah beberapa menit korban tak ada nampak lagi. Merasa curiga, ibu korban beranjak mencari korban. Namun sangat mengejutkan, ketika ibu kandung korban memeriksa salah satu kamar kosong yang ada di bagian belakang rumah.
Di kamar itu, Seniwati melihat anaknya (korban) sudah tergantung dengan kain sarung warna hijau yang diikatkan di galang-galang atap kamar. Melihat itu, selanjutnya Seniwati memberitahukan temuannya itu kepada keluarga dan keluarga langsung menurunkan korban dari jeratan kain sarung tersebut.
Setelah korban diturunkan, lanjut Faidil, pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Mendapat laporan, petugas mendatangi lokasi kejadian guna melakukan cek tempat kedajian perkara (TKP).
“Orang tuanya sudah mengikhlaskan kematian korban karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Sehingga orang tua korban membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. Dan tidak akan menuntut pihak manapun. Menurut keterangan dari orang tua korban dan beberapa tetangga, bahwa korban sudah 3 tahun terakhir mengurung diri di kamar karena putus cinta dan memikirkan penyakit dalam yang dideritanya tak kunjung sembuh,” ujar Kompol Faidil Zikri kepada wartawan, Rabu (20/6) petang. (afd).











