MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kemeriahan menjelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri semakin kian terasa dalam beberapa hari terakhir, hal ini pun terlihat dari Penuhnya Pusat-pusat perbelanjaan di kota Medan
Seperti mengerti Akan kebutuhan masyarakat, Berbagai pusat perbelanjaan pun menggelar Diskon Besar-besaran terhadap produk-produk yang mereka jual
Namun, Hal ini harus diwaspadai oleh Masyarakat, Karena menurut Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin menyebutkan, momen seperti ini memang kerap digunakan oleh Pusat Perbelanjaan sebagai salah satu strategi marketing nya
“ Mereka seolah-olah memberikan diskon di saat menjelang hari besar, padahal sebelumnya mereka sudah menaikkan harga terlebih dahulu,” Ungkapnya
“Tujuannya hanya satu, mencoba menarik minat pembeli dengan iming-iming diskon tersebut. Sehingga memang di sini masyarakat harus bijak dalam menyikapi diskon yang seolah jor-joran seperti itu,” Tambahnya.
Diungkapkannya, momen seperti ini juga kerap dijadikan ajang “cuci gudang” oleh sejumlah penjual. Meskipun ada yang terkesan memberikan diskon semu, tetapi ada juga yang sengaja mengobral sejumlah barang dagangan yang tidak laku.
“Karena kalau berbicara sandang, umumnya selalu mengikuti mode atau tren di masyarakat. Dan tren itu selalu ada masanya,” ujarnya.
Dijelaskan Gunawan, dengan pengeluaran yang selalu lebih besar setiap menjelang perayaan keagamaan. Khususnya terkait dengan banyaknya kebutuhan, masyarakat harus bijak dalam mengelola keuangan.
“Prinsip dasarnya orang berdagang itu satu, pedagang harus untung. Jadi diskon itu bisa jadi dibuat setelah menghitung rata-rata tertimbang modal, dan bisa juga ada yang sengaja memberi diskon semu,” jelasnya.
Gunawan menegaskan, prinsip dasar pembeli seharusnya juga ada. Yakni tidak mentah-mentah percaya dengan yang namanya diskon. Meskipun pembeli di sini juga terkadang tidak memiliki rekam jejak harga barang yang dibeli saat di hari normal atau biasa.
“Ingatlah satu hal bahwa kebutuhan sandang ini tidak diawasi secara ketat harganya. Artinya bisa dibuat seenaknya saja. Berbeda dengan kebutuhan bahan pokok yang memang harganya itu setiap waktu selalu diawasi,” ucapnya.
Gunawan menilai, masyarakat harus berhati-hati. Tidak membeli baju baru di saat sekarang atau menjelang perayaan keagamaan juga menjadi keputusan yang bijak. Paling penting penuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu, dan sandang urutan kesekian.
“Prioritaskan pembelian kebutuhan sandang untuk memenuhi kebutuhan sekolah atau pendidikan itu jauh lebih baik. Dibandingkan dengan membeli sandang menjelang perayaan keagamaan, yang harganya sangat berfluktuasi dan rawan ‘dimainkan’,” Pungkasnya. (red)










