MEDANHEADLINES.COM – Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) akan menggelar Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan untuk melakukan Pengamanaan perayaan hari raya Idulfitri 1439 Hijriah
Operasi ini dilakukan selain tetap mewaspadai kemungkinan adanya aksi terorisme juga untuk memberikan rasa aman terhadap tindakan Kriminal maupun preman-preman jalanan.
“Di semua pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, sudah disiapkan posko,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian
Dijelaskannya, Tak hany Unsur POLRI namun Basarnas dan TNI juga telah siap membantu masyarakat jika terjadi bencana alam, misalnya Sinabung, Merapi, atau tanah longsor dan banjir.
“Ada 1.191 titik yang kita waspadai dan kita siapkan antisipasinya,” ujarnya.
Sementara Terkait jaminan ketersediaan komoditas yang dibutuhkan masyarakat dalam merayakan Idulfitri 1439H, Kapolri mengatakan pemerintah melalui Menteri Pertanian dan Perdagangan juga meyakini bahwa telah memiliki suplai yang cukup untuk semua komoditas
“Oleh karena itu, dari Kepolisian bersama-sama dengan kementerian terkait tadi, termasuk KPPU dan Bulog, membuat Satgas Pangan,” ungkap Kapolri.
Menurut Kapolri, Satgas Pangan ini sudah bekerja, dan sampai hari ini, sudah melakukan operasi penegakan hukum sebanyak 421 kasus dengan 397 tersangka.
Kasus yang ditangani Satgas Pangan, jelas Kapolri, mulai dari masalah penimbunan, mafia pangan, dan lain-lain, sebagian besar kasus sudah diajukan. “Ini untuk memberikan efek deterrent kepada para pemain-pemain yang nakal, mafia-mafia pangan yang nakal,” ujarnya.
Kapolri menegaskan penegakan hukum akan terus berlanjut, karena penimbunan pangan bisa membuat terjadinya kenaikan harga dan kelangkaan barang, sehingga membebani masyarakat.
“Oleh karena itu, kami ingatkan kepada para pelaku pasar, silakan laksanakan sesuai aturan. Yang main-main, kita akan lakukan tindakan tegas untuk itu,” ucap Kapolri.












