Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Jangan Mau Dipanas-panasi Politisi

MEDANHEADLINES.COM – Indonesia yang berpenduduk 263 juta jiwa merupakan negara terbesar di kawasan Asia Tenggara Sehingga perlu adanya Persatuan di seluruh lapisan masyarakatnya

Hal ini diungkapkan Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat, di GOR (Gelanggang Olahraga) Ewangga, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat beberapa waktu yang lalu.

Jokowi Juga menambahkan, Indonesia dianugerahi Allah perbedaan, kemajemukan, dan keragaman Untuk itulah  Kepala Negara mengingatkan agar jangan sampai terjadi gesekan antarsuku dan antaragama, apalagi hanya gara-gara pemilihan kepala daerah atau pemilihan presiden.

“Itu pesta demokrasi hanya setiap 5 tahun sekali, jangan sampai memecah kita, memecah-belah kita,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, jangan sampai masyarakat dikompor-kompori atau dipanas-panasi oleh para politisi, sehingga tidak saling menyapa antartetangga dan antarkampung.

“Saya mengajak kita membangun persaudaraan kita, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden mempersilakan masyarakat untuk mencoblos kandidat yang terbaik dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden. Namun, pesan Presiden, masyarakat harus kembali rukun setelah pemilihan tersebut.

“Jangan sampai kita pecah gara-gara urusan pesta demokrasi setiap 5 tahun sekali. Rugi besar kita, rugi besar,” tutur Presiden.

Menurut Kepala Negara, banyak fitnah yang ada dalam pemilihan bupati, wali kota, gubernur, dan presiden. Ia merasakan hal tersebut ketika dalam pilpres lalu dirinya difitnah PKI.

“Saya diam saja karena logikanya enggak masuk. PKI itu dibubarkan tahun ’65, saya lahir tahun ’61. Masa ada PKI umur 4 tahun, PKI balita,” ungkap Kepala Negara.

Namun, lanjut Presiden Jokowi, ada yang mempercayai fitnah tersebut dan ada juga yang membuat gambar dirinya berjejer dengan DN Aidit saat Ketua PKI tersebut berpidato di tahun 1955.

“Saya lahir saja belum, saya sudah jejer di situ coba,” kata Presiden Jokowi seraya mengeluhkan betapa jahatnya politik yang kadang-kadang seperti itu.(set)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *