MEDANHEADLINES.COM, Medan – “Buy the future with the present value” adalah satu dari beberapa motivasi yang dijadikan Rizal sebagai penyemangat hidupnya.
Tidak heran jika sekarang ia menjadi mahasiswa yang sukses dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi.
Untuk mencapai kesuksesan ini pun bukan tidak melalui masa-masa sulit, saat ibunya meninggal dunia, Rizal dan saudaranya yang sebelumnya lebih banyak bergantung pada Ibu menjadi berubah, saat itu Rizal masih duduk di Sekolah Dasar.
Ia harus menjadi mandiri karena mengurusi Ayah dan adiknya, seperti pekerjaan yang mestinya dikerjakan oleh anak perempuan sudah biasa menjadi pekerjaan rutin yang dilakukan Rizal, termasuk menyiapkan sarapan untuk Ayahnya setiap pagi.
Hal ini menjadi penyebab ia sering berhadapan dengan guru bimbingan konseling di sekolahnya akibat terlambat masuk kelas.
Tetapi begitu pun juga Rizal tetap memberikan prestasi yang berhasil membanggakan orang tuanya serta pihak sekolah, begitu seterusnya sampai ia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas.
Pria kelahiran Medan, 26 Oktober 1995 ini sekarang sedang mengenyam pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara.
Baginya menjadi mahasiswa tidak hanya menghadiri kelas rutin di kampus saja, tetapi ada baiknya juga mengikuti kegiatan yang menurut dirinya pantas untuk diikuti, seperti mengikuti organisasi ataupun kegiatan bermanfaat lainnya.
Di sinilah awal kesuksesan Rizal sebagai mahasiswa yang berhasil menajalankan Tri Dharma dimulai. Dia termasuk mahasiswa pemerhati sekitar yang baik, maka dari hal itu pun dia selalu menggali hal-hal yangdapat dijadikan pelajaran.
Bagi Rizal membahagiakan orang tua adalah tujuan utama dalam hidupnya. Rizal mulai mencari-cari informasi mengenai kegiatan kampus yang bisa mengasah daya saing mahasiswa baik ditingkat daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional.
Selain kuliah, Rizal aktif di berbagai organisasi kampus, aktif mengikuti berbagai ajang perlombaan dan beasiswa, dan bahkan saat ini ia menjadi mentor untuk juniornya agar bisa mendapatkan prestasi maupun beasiswa seperti dirinya.
Rizal merupakan Mahasiswa Berprestasi USU 2015-2016, ia juga pernah menjadi Gubernur Mahasiswa FKM USU, menjadi Duta Bahasa, Duta Koperasi, Duta GenRe, selain itu, ia juga merupakan awardee YSEALI Academic Fellowship Northen Illionis University USA, Awardee ISSEEP Singapore, Awardee 5 Beasiswa Pendidikan.
Pertama kali ia bergerak sebagai mahasiswa aktif adalah saat dicalonkan menjadi Gubernur Pemerintahan Mahasiswa di kampusnya. Saat itu Rizal mengalami banyak polemik dengan teman sejawatnya bahkan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat itu sendiri.
Tetapi itu bukan menjadi penghalang yang menyurutkan semangat Rizal untuk terus berkarya. Setelah ia berhasil dicalonkan sebagai Gubernur mahasiswa, semakin terbuka celah bagi Rizal untuk mengikuti ajang berprestasi lainnya.
Ia lulus pertukaran pelajar ke luar Negeri dnegan pengorbanan yang luar biasa. Bagi Rizal jatuh bangun dalam berusaha adalah hal biasa, karena berdasarkan pengalaman yang sudaha pernah dilaluinya ia pernah kalah sekaligus dalam mengikuti tiga lomba di hari yang sama.
Itu sudah bukan lagi suatu hambatan yang harus dipirkan bagi Rizal, tetapi baginya bagaimana belajar dari kekalahan yang ia alami lalu menarik benang merah dari pelajaran baru untuk diaplikasikan pada ajang lomba berikutnya.
Hal-hal kecillah yang mungkin membuat seorang Rizal menjadi mahaiswa yang dikenal banyak orang seperti sekarang ini. Suatu saat ia pernah belajar bagaimana cara presentasi yang baik kepada seorang temannya yang berbeda Universitas.
Baginya teruslah belajar dari setiap apa yang sudah ataupun belum kita dapatkan. Karena melalui pembelajaranlah Rizal berhasil menjalani proses hidup.
“Ketika kita sudah bisa memulai satu kegiatan bermanfaat dan itu berhasil, meskipun kegiatannya kecil, percayalah akan lahir kegiatan bermanfaat lainnya yang bisa membuahkan prestasi.”ucap Rizal saat diwawancarai.
Tidak tergambar sedikitpun rasa lelah di wajah Rizal, pria yang penuh oleh energi semnagat ini mampu menginspirasi banyak orang melaui gerak-geriknya yang bermanfaat.
Jika ditanya soal bosan, tidak ada kata bosan dalam hidup Rizal. Ada banyak kegiatan dalam sehari yang harus diselesaikannya, hal ini tidak dijadikan beban olehnya, sebaliknya inilah obat penangkal bosan bagi hidupnya.
Di tengah banyaknya kegiatan yang ia ikuti, berbicara soal IP dikampus Rizal tidak terlalu memikirkannya, karena aplikasi ilmulah yang sebenarnya tampak asli dari seberapa bernilaikah seseorang tersebut. (raj)












